Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 09:50 WIB
  • Indonesia Berhasil Terpilih Pimpin UNESCO

  • Oleh
    • Renne R.A Kawilarang
Indonesia Berhasil Terpilih Pimpin UNESCO
Photo :
  • KBRI Paris
Dubes RI untuk Prancis dan UNESCO, Hotmangaradja Pandjaitan (kiri), dalam sidang UNESCO di Paris.

VIVA – Indonesia berhasil terpilih sebagai Anggota Executive Board (EB) di Badan PBB untuk Pendidikan, Saintifik dan Kebudayaan (UNESCO) periode 2017-2021. Ini dari hasil pemilihan yang berlangsung pada Sesi ke-39 General Conference UNESCO  di Paris, Perancis, pada Rabu 8 November 2017 waktu setempat.

Indonesia bersama dengan India, Jepang, RRT, Filipina, dan Bangladesh terpilih untuk duduk sebagai Anggota EB UNESCO di Kelompok Asia Pasifik. Dalam pemilihan yang berlangsung tertutup tersebut, Indonesia berhasil mengantongi 160 suara dan mendapatkan peringkat 3 pada Grup Asia Pasifik.

“Terpilihnya Indonesia sebagai anggota EB UNESCO akan memberi ruang strategis bagi Indonesia untuk berkontribusi menentukan standard setting yang dilakukan UNESCO,” kata Duta Besar/ Wakil Tetap RI untuk Prancis dan UNESCO, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan, seperti yang disiarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris hari ini.

Dari tujuh negara kandidat pada Grup Asia Pasifik, urutan perolehan suara adalah sebagai berikut: Jepang (166), India (162), Indonesia (160), Filipina (157), RRT (155), dan Bangladesh (144). Cook Islands tidak berhasil terpilih karena mendapatkan perolehan suara terendah yaitu 91 suara, dan pada Grup Asia Pasifik hanya terdapat 6 kursi kosong.

EB UNESCO, bersama dengan General Conference UNESCO, merupakan badan pembuat keputusan-keputusan penting UNESCO dalam standard setting bidang pendidikan, kebudayaan, sains, dan informasi komunikasi. EB juga mengatur hal-hal terkait manajemen UNESCO, utamanya dalam bidang anggaran dan administrasi.

Menurut Pandjaitan, keterpilihan Indonesia di EB UNESCO sangat strategis bagi kepentingan nasional mengingat negara anggota EB mempunyai kesempatan untuk lebih menyuarakan kepentingannya dan ikut menentukan putusan-putusan UNESCO. “Hal ini juga sejalan dengan besarnya kepentingan Indonesia dalam bidang kerja UNESCO, utamanya di bidang pendidikan dan kebudayaan,” kata Dubes Pandjaitan.

Kemenangan Indonesia ini, bagi dia, tak lepas dari capaian dan diplomasi Indonesia di UNESCO dan upaya penggalangan dukungan yang intensif baik oleh seluruh unsur Pemerintah RI. Tercatat, Indonesia telah menyumbangkan beberapa Works of Art untuk UNESCO dan telah duduk sebagai anggota World Heritage Committee (WHC) periode 2015-2019 yang memiliki mandat untuk pelestarian warisan budaya dunia. Pada tahun 2017, Indonesia menjadi tuan rumah World Press Freedom Day.

Menurut KBRI Paris, Indonesia juga diakui UNESCO sebagai negara besar dalam promosi dan pelestarian budaya.  Cukup banyak warisan budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO, mulai dari wayang, keris, batik, angklung, noken, kawasan candi Borobudur dan Prambanan; juga Tari Saman dan Tari Bali sebagai warisan budaya tak benda.

 

  • Menlu Retno Marsudi: Dunia Jangan Pesimistis dengan ASEAN
    Menlu Retno Marsudi: Dunia Jangan Pesimistis dengan ASEAN
  • Menlu RI 'Lobi' PBB Agar Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN
    Menlu RI 'Lobi' PBB Agar Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN
  • Jokowi ke Jerman, Diminta Bicara Perang Lawan Terorisme
    Jokowi ke Jerman, Diminta Bicara Perang Lawan Terorisme
  • RI Desak Dunia Segera Lucuti Semua Senjata Nuklir
    RI Desak Dunia Segera Lucuti Semua Senjata Nuklir
  • RI Tak Ingin Samudera Hindia Jadi Ajang Adu Kuat-kuatan
    RI Tak Ingin Samudera Hindia Jadi Ajang Adu Kuat-kuatan
  • RI Ingin Makin Banyak Perempuan Jadi Pasukan Perdamaian PBB
    RI Ingin Makin Banyak Perempuan Jadi Pasukan Perdamaian PBB