Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 12 November 2017 | 10:57 WIB
  • Kemlu: Istri Pemimpin Militan Maute Masih Berstatus WNI

  • Oleh
    • Rochimawati,
    • Dinia Adrianjara
Kemlu: Istri Pemimpin Militan Maute Masih Berstatus WNI
Photo :
  • VIVA.co.id/Dinia Adrianjara
Staf Kementerian Luar Negeri

VIVA – Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao, Filipina, telah selesai melakukan proses identifikasi biometrik wajah dan sidik jari terhadap Minhati Madrais. Minhati merupakan istri dari Omarkhayam, salah satu pimpinan kelompok militan Maute.

Proses identifikasi dilakukan oleh KJRI Davao untuk memastikan status kewarganegaraan Minhati. Mengingat, paspor milik Minhati telah berakhir masa berlakunya pada Januari 2017 lalu.

"Hasil identifikasi menunjukkan kesamaan data dengan paspor Minhati Madrais, yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Karawang pada Januari 2012," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal.

Sebelumnya diberitakan, Minhati dilaporkan ditangkap oleh aparat penegak hukum Filipina pada 5 November 2017 di kota Illigan, Mindanao utara, Filipina. Saat ditangkap oleh Kepolisian Nasional Filipina, Minhati ditangkap bersama dengan enam orang anaknya.

"Minhati ditangkap oleh kepolisian Filipina dengan tuduhan pelanggaran terhadap undang-undang nomor 9516 tentang Kepemilikan, Pembuatan, Penguasaan Senjata, Amunisi dan Bahan Peledak," ujar Iqbal, di Bogor, Minggu, 12 November 2017.

KJRI Davao terus memberikan perhatian dan perlindungan terhadap enam anak Minhati Madrais. Dalam hal ini, tim KJRI yang masih berada di lokasi penahanan Minhati di Illigan memastikan bahwa keenam anak Minhati mendapat perlakuan yang layak selama ibunya menjalani proses hukum.

Enam anak Minhati terdiri dari empat anak perempuan dan dua anak laki-laki. Anak tertua lahir di Mesir pada 2005, sementara anak bungsunya lahir di Marawi pada Januari 2017 lalu. Tiga dari enam anak tersebut adalah pemegang paspor ganda yaitu Indonesia dan Filipina.