Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 11:26 WIB
  • Korban Tewas Gempa Iran Diperkirakan Lebih 400 Orang

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Korban Tewas Gempa Iran Diperkirakan Lebih 400 Orang
Photo :
  • Reuters/Tasnim News Agency
Bangunan apartemen yang hancur akibat gempa di perbatasan Iran-Irak.

VIVA – Gempa besar berkekuatan 7,3 skala richter yang mengguncang wilayah perbatasan Irak dan Iran diperkirakan menewaskan lebih dari 400 orang. Ribuan orang lainnya dikhawatirkan mengalami luka-luka.

Menurut The Guardian, yang mengutip kantor berita Iran Irna, hingga 13 November 2017, jumlah korban sudah mencapai 407 orang dan lebih dari 6.700 orang mengalami luka-luka setelah gempa mengguncang wilayah barat negara tersebut pada Minggu malam, 12 November 2017. Getaran gempa itu dikabarkan terasa hingga bermil-mil jauhnya baik dari Teheran maupun Baghdad.

Pihak berwenang setempat mengatakan, angka korban masih bisa bertambah karena petugas SAR masih belum menjangkau area-area terpencil. Lembaga Bulan Sabit Merah mengatakan, saat ini lebih dari 70.000 orang membutuhkan tempat tinggal sementara karena bangunan rumah mereka hancur.

Guncangan terkuat terasa di provinsi Kermanshah. Wilayah ini sudah mengumumkan masa berkabung selama tiga hari. Lebih dari 230 orang tewas di kota Sarpol-e-Zahab, sekitar 19 kilometer dari perbatasan Irak. Salah seorang gubernur di Kermanshah Dalahu mengatakan, ada satu desa di wilayahnya yang hancur total.

Farjad Tajari, salah seorang pemimpin lokal mengatakan, ada satu keluarga dengan 15 orang anggota keluarga yang tewas saat itu juga. "Rumah sakit utama di kota tersebut juga rusak parah, dan masih berusaha merawat ratusan orang yang terluka," ujar Tajari seperti dikutip dari The Guardian.

Mehdi Zare peneliti dari Iranian Seismological Centre mengakui guncangan gempa sangat kuat dan terasa hingga wilayah yang jauh. "Lebih dari 150 juta warga Iran dan Irak, termasuk di kedua ibukota, merasakan gempa ini," ujarnya kepada media setempat.

Jumlah korban terbanyak ada di wilayah Iran. Sementara di Irak, gempa tersebut hanya menewaskan tujuh orang dan melukai sekitar 535 lainnya.

Menurut laporan US Geological Survey (USGS) gempa tersebut berkekuatan 7,3 skala richter  dan berpusat 19 mil (30.6km) di luar kota Halabja, Irak timur. Pusat gempa berada  pada kedalaman 14,4 mil atau sekitar 23,2 km, kedalaman dangkal yang bisa memiliki kerusakan lebih luas. Dengan kekuatan gempa bumi yang mencapai 7 SR, maka gempa itu mampu meluas dan menyebabkan kerusakan berat.