Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 12:25 WIB
  • Ingin Jadi PNS Bergaji Besar, Melamarlah ke Beijing

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Ingin Jadi PNS Bergaji Besar, Melamarlah ke Beijing
Photo :
  • REUTERS/David Gray
Kota Beijing, China

VIVA – Pemerintah kota Beijing membuka lowongan kerja bagi pegawai dari luar negeri. Standar gaji yang diberikan akan disesuaikan dengan standar gaji internasional.

Diberitakan oleh Global Times, pemerintah memberlakukan kebijakan baru kepada warga negara asing yang berminat menjadi pegawai negeri sipil di negaranya. Sebuah pengumuman yang dipasang di laman pemerintah setempat pada Jumat pekan lalu mengabarkan, pemerintah kota Beijing membuka 17 lowongan bagi warga negara asing dan warga negara China.

Mereka akan ditempatkan di beberapa instansi, antara lain di Dinas Keuangan dan Dinas Hak Kekayaan Intelektual.

Sebagian besar lowongan yang dibuka mensyaratkan gelar doktor dengan batasan usia antara 45 hingga 55 tahun. Pemerintah Beijing menjanjikan, kandidat yang lolos akan mendapatkan gaji berstandar internasional. Perekrutan yang terbuka bagi warga asing tersebut merupakan yang ketiga kalinya, sejak diagendakan pada 2012.

Rekrutmen terbuka itu ditanggapi positif oleh para pakar di Beijing. "Rekrutmen ini menunjukkan bahwa pemerintah telah membuka diri untuk belajar kepada orang asing yang memiliki pengalaman mumpuni di bidangnya," kata Wang Hongwei, seorang profesor dari Fakultas Kebijakan dan Administrasi Publik, Renmin University of China.

Kebijakan baru itu seperti ingin memperlihatkan bahwa Beijing siap menjalankan mandat Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis China. Saat Kongres PKC ke-19, ujar Hongwei, kata "terbuka" beberapa kali disinggung dalam laporan kongres tersebut.

"Beberapa sektor, seperti keuangan dan teknologi membutuhkan talenta asing yang menginternasional sehingga keahlian utamanya bermanfaat bagi pemerintah," kata Wang.

"Orang-orang berbakat merupakan sumber daya strategis bagi China yang bekerja keras membangun bangsa di tengah ketatnya persaingan dunia internasional," demikian salah satu isi laporan kongres. (art)