Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 15:03 WIB
  • Stres Akibat Beban Berat Ikuti 5 Kelas, Balita Jadi Botak

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Stres Akibat Beban Berat Ikuti 5 Kelas, Balita Jadi Botak
Photo :
  • Pixabay/ klhh
Ilustrasi Kebotakan dan Kerontokan

VIVA – Seorang balita berusia hampir 3 tahun baru-baru ini mulai kehilangan rambutnya alias rontok setelah didaftarkan ke lima kelas pra-taman kanak-kanak sebelum nantinya akan masuk ke sebuah TK elite. Diketahui, balita malang bernama Tong Tong itu tinggal di Shanghai, China.

Dua bulan yang lalu, ibu balita itu melihat beberapa helai rambut di bantal Tong Tong. Setelah menyadari ada sesuatu yang salah, dia terus memantau selama beberapa malam dan menyadari bahwa anaknya itu sering berkeringat dan tersentak saat tidurnya.

Dikutip dari Worldofbuzz, Awalnya, dia mengira anaknya itu menderita kekurangan kalsium. Dia kemudian mencoba mengobati dengan membeli sebuah suplemen di apotek.

Namun keadaan menjadi semakin buruk setelah dua minggu kemudian dia melihat rambut anaknya semakin sering rontok dan meninggalkan bekas botak. Melihat hal itu, ia kemudian membawa Tong Tong ke daerah asalnya di Wuhan untuk menemui spesialis kulit di rumah sakit.

Dokter kemudian memeriksa balita itu dan mendiagnosisnya terkena alopecia areata, penyakit autoimun umum yang menyebabkan rambut rontok di kulit kepala dan wajah. Kondisi ini biasa terjadi pada remaja dan orang dewasa dan bukan pada balita. Dokter mengatakan Tong Tong adalah pasien termuda yang pernah mereka terima dengan penyakit ini.

Setelah didesak, ibu tersebut akhirnya mengungkapkan betapa kompetitif dia agar anaknya itu bisa terdaftar di TK yang terkenal. Rupanya, semua anak harus melalui ujian masuk dan hanya yang terbaik yang akan dipilih.

Untuk mendapatkan tempat bagi Tong Tong di TK yang terkenal itu, sang ibu mendaftarkannya ke dalam lima kelas khusus yakni Bahasa Inggris, matematika, piano, kesenian dan kursus komunikasi di publik.

Dia mengakui bahwa semua pelajaran ini memang diperlukan karena dia takut Tong Tong akan tertinggal dari anak-anak lain. Sang ibu juga mengaku kerap tak bisa tidur di malam hari karena mengkhawatirkan pendidikan sang anak.

Setelah mengetahui kebenarannya, dokter menyarankan wanita tersebut untuk mengurangi kelas si anak karena rambut rontok Tong Tong yang parah sangat bisa dipicu oleh banyaknya tekanan di kelas. 

Alopecia Areata adalah penyakit yang sangat umum di kalangan siswa sekolah menengah di China karena lingkungan belajar yang intens dan penuh tekanan alias menyebabkan stres. Dilaporkan bahwa beberapa siswa bahkan kehilangan alis karena kecemasan belajar.