Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 19:38 WIB
  • Kondisi Prajurit Korut yang Ditembaki karena Membelot Kritis

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Kondisi Prajurit Korut yang Ditembaki karena Membelot Kritis
Photo :
  • NORTHKOREA-TOURISM/WONSAN REUTERS/Kim Hong-Ji
Wilayah Korea Utara

VIVA – Seorang prajurit Korea Utara berusaha membelot ke Korea Selatan. Meski ditembaki, ia nekat menyeberangi jalur berbahaya. Kini ia berada dalam kondisi kritis.

Prajurit tersebut berusaha menyeberang ke sisi Korea Selatan dari Area Keamanan Bersama atau Joint Security Area (JSA) di desa Panmunjom pada hari Senin, 13 November 2017. Diberitakan oleh BBC, 14 November 2017, ia dikabarkan telah berusaha menyeberang dan sudah berada tak jauh dari JSA. Namun, ia terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki karena salah satu roda kendaraannya terlepas.

Upaya melarikan diri itu mendapat perlawanan dari Pasukan Korea Utara, prajurit tersebut ditembaki. Namun ia berhasil menyeberang dan bersembunyi di bawah tumpukan daun. Namun menurut penjelasan pihak Korea Selatan, kondisi prajurit tersebut kini kritis.

Militer Korea Selatan memberikan rincian lebih lanjut tentang kondisi tentara tersebut pada hari Selasa. "Sampai pagi ini, kami mendapat kabar dia tidak sadar dan tidak dapat bernafas sendiri, tapi hidupnya bisa diselamatkan," kata pejabat militer Suh Uk kepada anggota parlemen.

Suh Uk juga mengabarkan, dokter telah mengeluarkan lima peluru dari tubuh prajurit tersebut, namun diduga masih ada dua peluru lagi didalam tubuhnya.

Kepala Staf Gabungan Militer AS dan Korsel mengatakan, prajurit Korut yang coba membelot itu terlihat mengemudi menuju JSA pada Senin siang, 13 November 2017. Tapi sebuah roda mobilnya terlepas.

"Dia kemudian keluar dari kendaraan dan terus melarikan diri ke selatan melintasi garis karena dia dipecat oleh tentara lain dari Korea Utara," demikian pernyataan yang disampaikan oleh Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa pimpinan AS.

Prajurit  itu akhirnya berlindung di belakang sebuah bangunan di sisi selatan Korea, dan kemudian ditemukan jatuh di bawah tumpukan daun dengan beberapa luka tembak di tubuhnya. Prajurit itu lalu merangkak hingga mencapai perbatasan.

Sekitar 1.000 orang dari Utara melarikan diri ke Selatan setiap tahun. Namun sangat sedikit yang nekat melalui Zona Demiliterisasi (DMZ). Jalur ini merupakan salah satu jalur tanah yang paling dijaga ketat di dunia. Begitu pula memilih membelot melalui JSA yang juga merupakan objek wisata. Di dua area ini, adalah perbatasan langsung, di mana Korea Utara dan Korea Selatan langsung bertatap muka.

Hingga saat ini Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berperang. Konflik di antara mereka berakhir pada tahun 1953 dengan sebuah gencatan senjata dan bukan sebuah perjanjian damai formal. (mus)