Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 14:06 WIB
  • Angkat Kandungan Pasien, Dokter Ini Didenda Rp100 Juta

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dinia Adrianjara
Angkat Kandungan Pasien, Dokter Ini Didenda Rp100 Juta
Photo :
  • Pixabay/pexels
Dokter di Singapura didenda Rp100 juta dan diskors 8 bulan karena mengangkat kandungan tanpa izin. Foto ilustrasi tindakan operasi.

VIVA – Seorang dokter kandungan yang mengambil ovarium pasien wanita tanpa izin dijatuhkan denda sebesar 10 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp100 juta. Akibat hal itu, Singapore Medical Council (SMC) juga menjatuhkan sanksi skorsing selama delapan bulan.

Dr. Jen Shek Wei divonis bersalah oleh Court of Three Judges. Para hakim menilai Dr. Jen ceroboh dalam memperlakukan pasien. Selain menjatuhkan vonis bersalah, hakim juga memerintahkan Dr. Jen untuk menanggung biaya hukum sidang. Ia juga dikecam keras oleh dewan tersebut.

Dr Jen yang berusia 62 tahun, mengangkat indung telur bagian kiri pasien tersebut selama operasi yang dilakukan pada Agustus 2010. Pasien mengklaim bahwa dia menandatangani sebuah formulir persetujuan kosong untuk operasi tersebut.

Tulisan "open left oophorectomy", yang berarti pemindahan ovarium kiri, terisi setelah pasien menandatangani formulir.  Diberitakan Channel News Asia, pasien juga mengaku tak tahu apa arti istilah tersebut.

Pasien berusia 34 tahun itu mengira bahwa semua massa di indung telurnya telah dikeluarkan. Delapan bulan kemudian, ia baru menyadari ovarium sebelah kirinya hilang dan mengaku terkejut dengan kondisi itu. Kasus itu ketahuan setelah ia berkonsultasi dengan dokter lain tentang kehamilan. Dia kemudian mengalami keguguran.

Dr Jen dinyatakan bersalah atas dua tuduhan kesalahan profesional dalam penyelidikan pengadilan disipliner yang diadakan tahun lalu. Yakni menyarankan pasien untuk mengoperasi tanpa evaluasi yang benar dan dia mengangkat ovarium kiri tanpa mendapat persetujuan.

Penyelidikan juga menemukan bahwa operasi seharusnya tidak perlu dilakukan sama sekali. Catatan medis juga menunjukkan Dr Jen tidak jelas dan tampak acuh tak acuh terhadap kesejahteraan pasien. (hd)