Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 17:22 WIB
  • Tak Terima Dapat Calon Mantu Pendek, Ibu Pilih Bunuh Diri

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Tak Terima Dapat Calon Mantu Pendek, Ibu Pilih Bunuh Diri
Photo :
  • Shanghaiist
Sebuah sungai di China.

VIVA – Seorang ibu di provinsi Henan, China, ditemukan tewas mengambang di sungai di wilayah Ningling. Ia bunuh diri karena keberatan dengan calon istri pilihan anaknya.

Jasad ibu tersebut ditemukan mengambang pekan lalu di sebuah sungai di wilayah Ningling. Namun penyebab bunuh dirinya menjadi perbincangan hangat di kota kecil tersebut.

Awalnya polisi mengatakan, ibu tersebut bunuh diri karena tak mampu membelikan mobil untuk anak lelakinya yang akan segera menikah. Mobil itu permintaan dari keluarga calon pengantin perempuan sebagai sebuah hadiah. Depresi, ibu tersebut lalu bunuh diri dengan meloncat ke sungai. Suaminya dikabarkan juga melakukan aksi yang sama, namun berhasil diselamatkan oleh anak laki-lakinya dan petugas polisi.

Diberitakan oleh Shanghaiist, 28 November 2017,  dua hari kemudian, sebuah selebaran yang dikeluarkan pemerintah wilayah Ningling memberitakan kasus itu. Tapi buletin itu memberitakan soal penyebab bunuh diri ibu tersebut adalah kesalahan, tidak seperti yang beredar di internet.

Menurut buletin tersebut, penyebab kematian bunuh diri bukan karena tak bisa membeli mobil, tapi karena ia tak setuju dengan calon istri pilihan anaknya. Salah satu hal besar yang membuatnya keberatan karena calon istri anaknya itu terlalu pendek.

Penjelasan itu mengundang reaksi beragam dari warganet. Sebagian pengguna Weibo menganggap alasan itu terlalu berlebihan, sebagian lain mengatakan bisa berbahagia meski menikah dengan perempuan yang pendek. Beberapa perempuan mengatakan meski pendek mereka tetap bisa tumbuh lebih tinggi dari ibu mereka.

Salah seorang warganet mengecam dengan mengatakan, alasan bunuh diri karena calon pengantin perempuan pendek terdengar lebih bodoh dibanding alasan bunuh diri karena tak mampu membelikan mobil.