Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 18:27 WIB
  • Keren, Polwan ala Chips untuk Cegah Perkosaan

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dinia Adrianjara
Keren, Polwan ala Chips untuk Cegah Perkosaan
Photo :
  • Asian Correspondent
Polwan bermotor diluncurkan di India.

VIVA – Aksi kekerasan seksual yang tinggi di India membuat pemerintah melakukan berbagai cara untuk menekannya. Tindakan terbaru adalah meluncurkan polisi wanita bermotor untuk menjaga keamanan.

Pasukan polisi wanita yang terdiri atas 600 personel akan dilengkapi dengan sepeda motor dan melakukan patroli di jalanan kota Delhi. Patroli dimulai Desember mendatang, setelah meningkatnya kekerasan terhadap wanita di ibu kota India.

Juru Bicara Kepolisian Delhi mengatakan, regu wanita bernama 'Raftaar' ini secara berpasangan akan mengendarai motor mutakhir yang dilengkapi dengan senjata api, semprotan lada, dan kamera yang dipasangkan di seragam mereka.

"Pada dasarnya ini adalah strategi pertahanan kriminal jalanan yang kuat," kata Jubir Polisi Delhi, Dependra Pathak, seperti dikutip Asian Correspondent, Selasa, 28 November 2017.

Perempuan dewasa dan anak di India menghadapi banyak ancaman mulai dari pemerkosaan, penculikan hingga pelecehan seksual, serangan asam dan pernikahan anak.

Sebuah jajak pendapat bulan Oktober oleh Thomson Reuters Foundation menemukan bahwa Delhi, bersama dengan Sao Paulo di Brasil, adalah kota besar terburuk untuk kejahatan seks terhadap wanita, bahkan membuatnya dijuluki sebagai "kota pemerkosa".

Laporan kekerasan terhadap perempuan di Delhi telah meningkat hampir dua kali lipat sejak 2012, dengan 11.588 kejahatan, seperti penculikan dan penyerangan, yang tercatat hingga 15 November tahun ini.

Kesadaran publik terhadap kekerasan terhadap perempuan di Delhi, khususnya serangan seks, telah meningkat sejak pemerkosaan geng fatal terhadap seorang siswa berusia 23 tahun di sebuah bus pada Desember 2012.

Kasus tersebut memicu gelombang demonstrasi publik di seluruh negeri, melemparkan sebuah sorotan global tentang kekerasan gender di negara berpenduduk kedua terbesar di dunia tersebut.

Pemerintah India telah memberlakukan hukuman yang lebih ketat untuk kejahatan gender, dan membentuk saluran bantuan bagi wanita selama 24 jam, pengadilan jalur cepat untuk kasus pemerkosaan, dan dana untuk membiayai pusat-pusat krisis bagi korban. (art)