Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 29 November 2017 | 14:26 WIB
  • Gaya 'Lebay' Bikin Penyiar Ini Disukai Penguasa Korut

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Gaya 'Lebay' Bikin Penyiar Ini Disukai Penguasa Korut
Photo :
  • Reuters
Pembawa berita Ri Chun-hee

VIVA – Pengumuman keberhasilan uji coba rudal balistik antarbenua Korea Utara, yang diklaim bisa menyerang daratan Amerika Serikat, dibacakan oleh seorang wanita bernama Ri Chun-hee.

Ri telah menjadi pembaca berita di televisi pemerintah Korut sejak 1971, dan hari ini dia kembali tampil di hadapan publik mengumumkan terobosan militer terbaru dari rezim tersebut. Ri menjadi pembaca berita yang sama yang merilis uji coba senjata Korut.

Di depan latar bergambar gunung Paektu, sebuah gunung berapi tidak aktif di perbatasan China, yang merupakan gambar kebanggaan Korut, sambil tersenyum lebar menunjukkan kegembiraan, dia membaca pengumuman yang dianggap bersejarah itu.

Ri biasanya mengenakan pakaian tradisional berwarna merah muda dan hitam yang dikenal sebagai hanbok di Korea Selatan dan choson chogori di Korea Utara, dengan dilengkapi dengan lencana bergambar Kim Il Sung dan Kim Jong Il.

"Rudal antarbenua terbesar ini bisa dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir super besar dan bisa menyerang seluruh daratan Amerika Serikat," ujar Ri.

Diyakini berusia 73 tahun, Ri lahir dari keluarga miskin di Provinsi Gangwon di Korea bagian tengah, selama pendudukan Jepang. Dia belajar Seni Pertunjukan di Universitas Teater dan bidang Film di Pyongyang sebelum dipilih oleh Partai Komunis Korut sebagai 'corongnya' sebagaimana dilansir Telegraph.

Direkrut oleh Korea Central Television, dia menjadi presenter berita utama pada 1974, dan berhasil bertahan dari seleksi karyawan.

Cara penyampaian Ri tersebut dikabarkan menjadi salah satu alasan dirinya sangat dikagumi oleh dinasti Kim. Gaya pengumumannya disebut disukai dinasti Kim, dengan cara yang bombastis dan hiperbolis, alias lebay.

Ketika dia mengumumkan kematian Kim Il Sung pada 1994, yang dipuja sebagai ayah bangsa Korea Utara, Ri bahkan menangis tersedu-sedu. 17 tahun kemudian, saat mengumumkan kematian Kim Jong Il, ayah dari Kim Jong-un, dia juga berusaha menahan tangis.

Ri tinggal di Pyongyang dan secara resmi sudah pensiun pada Januari 2012. Namun, dia kembali ke layar televisi Korea Utara, untuk mengumumkan beberapa perkembangan terpenting rezim Kim Jong-un.

Hal itu, termasuk berita berisi klaim pada Januari 2016, bahwa uji coba nuklir yang dilakukan Korut di Punggye-ri adalah bom hidrogen pertama di negara itu.