Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 3 Desember 2017 | 08:03 WIB
  • Heroik, Polisi Pegangi Mobil agar Tak Jatuh dari Jembatan

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Heroik, Polisi Pegangi Mobil agar Tak Jatuh dari Jembatan
Photo :
  • Twitter/@WYP_PCWILLIS
Polisi menahan mobil van agar tak jatuh ari jembatan

VIVA – Aksi heroik polisi lalu lintas menyelamatkan penumpang mobil van yang nyaris jatuh dari jembatan di Inggris mengundang pujian warganet. Polisi bernama Martin Willis yang melihat ada mobil van kecelakaan dan menggantung di batas jembatan A1 di timur laut Inggris. Mobil van tersebut menggantung di pinggir pembatas jembatan, maka dia langsung sigap berupaya mencegah mobil jatuh dari jembatan. 

Willis berusaha memegang as dan roda belakang mobil tersebut, dengan tujuan mobil beserta penumpang di dalamnya yang terbalik tidak terjatuh dari jembatan. Willis yang telah berpengalaman satu dekade menjadi polisi lalu lintas menuturkan, ia memutuskan untuk memegangi mobil van tersebut, karena dia melihat kengerian. 

"Tiap kali ada truk lewat, saya bisa melihat van bergoyang, dan saya berpikir jika van ini jatuh, akan membunuh sopirnya," ujar Wilis dikutip dari USA Today, Minggu 3 Desember 2017. 

Willis menceritakan begitu sampai di TKP, dia menghampiri mobil dan langsung menenangkan sopir di dalam van tersebut. Dia meyakinkan pada sopir yang terjepit di dalam mobil itu untuk yakin dengan langkah yang dilakukan petugas. 

"Saya mengatakan kepada korban untuk tak panik dan saya katakan kami akan mengeluarkan Anda dari van. Apapun yang Anda lakukan, jangan bergerak. Saya kemudian meraih roda belakang dan menarik ke dalam (ke jalan) yang membantu menjaga agar van tetap seimbang," ujarnya menjelaskan.

Aksi Willis menahan mobil van agar tak jatuh itu terjadi selama 15 menit. Setelah itu datang pertolongan dari petugas pemadam kebakaran dari West Yorkshire untuk membantu evakuasi dan menstabilkan mobil van. Sopir yang berusia 22 tahun dievakuasi dari mobil dan mengalami luka serius pada kakinya.

Meski korban luka dan evakuasi tergolong dramatis, Willis merasa dia telah berbuat terbaik. 

"Kadang Anda harus mengambil risiko dan jika Anda harus bantuan seseorang, Anda harus membantu mereka," tegasnya.