Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 12:18 WIB
  • Sebut Allah dan 'Boom', Anak Down Syndrome Diperiksa Polisi

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Sebut Allah dan 'Boom', Anak Down Syndrome Diperiksa Polisi
Photo :
  • REUTERS/Gonzalo Fuentes
Seruan Muslim melawan terorisme

VIVA – Seorang guru melaporkan anak laki-laki Muslim pengidap down syndrome kepada polisi dan menyebabkan keluarga anak tersebut juga ikut diselidiki dalam kaitannya dengan terorisme.

Petugas polisi melakukan penyelidikan tersebut setelah Mohammed Suleiman yang berusia enam tahun terus-menerus mengulang kata Allah dan "boom" saat dia sedang berada di dalam kelas.

Orangtuanya yang berasal dari kota Pearland di Texas, Amerika Serikat sekitar 20 mil selatan Houston lalu membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa anak mereka bahkan mengalami kesulitan berbicara dan memiliki kapasitas mental seperti anak berusia satu tahun.

Ayah anak laki-laki tersebut mengatakan keluarga mereka telah melewati fase seperti neraka setelah menjadi objek investigasi polisi dan layanan sosial.

"Tiga atau empat minggu terakhir ini adalah yang terberat dalam hidup saya. Istri dan anak-anak saya menangis beberapa hari yang lalu, tapi saya mengatakan semuanya baik-baik saja," kata Maher Suleiman seperti dikutip Independent, Senin 4 Desember 2017.

Maher mengaku bahwa anaknya lahir dengan kromosom down syndrome 21 sehingga membutuhkan perawatan dan pengawasan intensif sepanjang waktu.

"Mereka mengklaim bahwa dia seorang teroris. Ini sangat bodoh, ini benar-benar diskriminasi. Ini bukan diskriminasi tersirat, ini adalah diskriminasi seratus persen," ujarnya.

Guru yang melaporkan kejadian ini diketahui dalam proses sedang seleksi menjadi staf reguler di Sekolah Dasar CJ Harris. Departemen Kepolisian Pearland telah menyimpulkan bahwa penyelidikan tidak perlu dilanjutkan. Namun Departemen Pelayanan Perlindungan Anak mengatakan bahwa penyelidikan masih dilanjutkan.