Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 14:43 WIB
  • Potensi Perang, Nasib Keluarga Militer AS di Korsel Disorot

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Potensi Perang, Nasib Keluarga Militer AS di Korsel Disorot
Photo :
  • KCNA via REUTERS
Korea Utara Uji Coba Roket Pengangkut Satelit

VIVA – Senator dari Partai Republik di Parlemen Amerika Serikat mendesak Pentagon untuk memindahkan keluarga para personel militer AS yang masih ditempatkan di Korea Selatan. Desakan itu disampaikan menyusul adanya eskalasi ketegangan Korea Selatan dengan Korea Utara yang terus meningkat dari hari ke hari.

Senator dari Carolina Selatan, Lindsey Graham juga menentang pengiriman lebih banyak prajurit militer ke Korea Selatan yang saat ini sudah berjumlah 28.500 tentara.

"Ini gila, dengan mengirimkan istri dan anak-anak ke Korea Selatan mengingat provokasi yang dilakukan Korea Utara. Jadi saya pikir ini saatnya mulai memindahkan orang-orang Amerika dari Korea Selatan," kata Graham seperti dikutip The Guardian, Senin, 4 Desember 2017.

Ketegangan terus meningkat di semenanjung Korea sejak beberapa bulan terakhir. Pekan lalu, Korea Utara meluncurkan rudal antarbenua yang diklaim mampu mencapai seluruh daratan Amerika Serikat. Uji coba itu juga dilakukan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump memasukkan Korut dalam daftar negara sponsor teroris internasional.  

Melalui media milik pemerintahnya, Korea Utara memperingatkan bahwa perang nuklir dapat terjadi kapan saja. Pada awal pekan ini, Korea Selatan dan Amerika Serikat juga menggelar latihan udara militer terbesar yang melibatkan ratusan pesawat di langit semenanjung Korea.

Walaupun Korsel dan AS menyatakan bahwa latihan militer tersebut murni sebagai sebuah bentuk pertahanan namun Korea Utara menganggapnya sebagai bentuk provokasi.