Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 15:33 WIB
  • Kru Cathay Pacific Mengaku Lihat Rudal Korea Utara

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Kru Cathay Pacific Mengaku Lihat Rudal Korea Utara
Photo :
  • REUTERS
Pesawat Cathay Pacific

VIVA –  Kru  pesawat Cathay Pacific yang terbang di atas Jepang melaporkan dugaan mereka soal penglihatan rudal Korea Utara. Perusahaan tersebut mengonfirmasi kepada BBC, 4 Desember 2017, bahwa awak kapal menyaksikan "apa yang diduga sebagai rudal" saat benda tersebut kembali memasuki bumi.

Pada tanggal 29 November Korea Utara menguji rudal balistik antarbenua baru yang dikabarkan  bisa mencapai seluruh daratan di AS. Peluncuran uji tersebut membuat ketegangan lebih lanjut dengan Korea Selatan dan AS, yang pada hari Senin memulai latihan udara bersama terbesar mereka. Korea Utara mengatakan, latihan udara gabungan yang berlangsung selama lima hari itu sebagai provokasi "habis-habisan."

Rudal tersebut digambarkan oleh Pyongyang sebagai rudal "paling kuat." Peluncuran yang dilakukan pada 29 November berakhir di perairan Jepang, namun peluncuran kali ini dilakukan lebih tinggi daripada yang sebelumnya pernah diuji.

Menurut South China Morning Post, General Manager Operasi Cathay Pacific Mark Hoey mengatakan kepada staf dalam sebuah pesan bahwa "hari ini awak kapal CX893 melaporkan, kita menyaksikan ledakan rudal DPRK dan berantakan di dekat lokasi kita saat ini."  Pihak Cathay memastikan tidak ada jalur penerbangan yang dialihkan.

Peluncuran tersebut kabarnya juga disaksikan oleh dua pesawat Korea Selatan dalam perjalanan mereka dari AS ke Seoul.

Tidak seperti negara lain, Korea Utara biasanya tidak mengumumkan uji misilnya yang berarti mereka datang tanpa peringatan terhadap jalur penerbangan yang diketahui. Dan itu artinya menimbulkan potensi risiko pada pesawat terbang. Tapi Pyongyang memiliki akses ke data penerbangan sipil internasional sehingga bisa mempelajari wilayah udara sebelum peluncuran.

 Pada awal Agustus, Air France memperluas zona larangan terbang mereka di sekitar Korea Utara setelah salah diketahui satu pesawat mereka terbang mendekati jalur rudal Korea Utara.