Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 15:53 WIB
  • Diare Massal Serang Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Diare Massal Serang Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah
Photo :
  • Istimewa
Wisata kapal pesiar Royal Caribbean Harmony

VIVA – Ratusan penumpang kapal pesiar yang melakukan perjalanan dari Singapura ke Hobart, Australia, terserang diare. Kasus ini terhitung besar untuk sebuah perjalanan kapal pesiar.

Penumpang kapal pesiar Royal  Caribbean International yang berlayar selama 14 hari dilaporkan terserang diare. Sekitar 195 penumpang melaporkan gangguan perut dan diare yang mereka alami saat dalam pelayaran. Kapal tersebut mengangkut 5.800 orang, artinya sekitar tiga persen orang yang berada di kapal terjangkit. Korbannya tak hanya penumpang, namun juga kru kapal.

Diberitakan oleh ABC News, akses menuju restoran kapal telah ditutup. Sementara seorang penumpang menulis di website, "Kapal ini telah melakukan banyak hal  untuk melakukan kontrol. Anda mencuci tangan berkali-kali dalam sehari. Higienitas yang mereka ciptakan sangat luar biasa, tapi sepertinya memang ada penumpang yang membawa virus itu."

"Sebagian penumpang sudah membaik setelah mendapatkan perawatan dari dokter di kapal dan mendapatkan obat. Kami berharap semua tamu kami bisa segera sembuh dengan cepat," demikian pernyataan dari Royal Caribbean International,

Pihak manajemen juga menyatakan, mereka mengambil langkah prosedur sanitasi yang intensif untuk meminimalkan risiko. "Saat tiba di pelabuhan Sydney, kapal dan terminal akan dibersihkan secara komprehensif untuk membantu mencegah penyebaran penyakit. Untuk itu, para tamu tak bisa langsung menaiki kapal.

Selain itu, kru juga melakukan praktik pembersihan yang disempurnakan di seluruh pelayaran, termasuk meningkatkan sanitasi pada area yang biasa dipegang tangan seperti gagang pintu, pagar dan tombol lift.

“Kami mengkomunikasikan praktik kebersihan tangan pendidikan yang mapan kepada semua penumpang dan awak kapal. Tempat cuci tangan disediakan di tempat makan utama dan sanitiser tangan di semua restoran dan pintu masuk bar, tempat kru berada dalam posisi yang mendorong para tamu untuk menggunakan produk sanitasi," ujar manajemen tersebut seperti dikutip dari Metro.

“Sebagai prosedur industri standar, saat menaiki kapal, semua tamu baru menerima sepucuk surat di kamar masing-masing  yang menanyakan apakah mereka pernah mengalami gejala gangguan perut dalam tiga hari terakhir.”

“Sangat penting bahwa setiap tamu yang mengalami atau pernah mengalami gejala penyakit menasihati kita sesegera mungkin, sehingga mereka dapat diberi perawatan yang diperlukan dan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut," ujar manajemen kapal menambahkan.

Dikutip dari Metro, 6 Desember 2017, sebuah video yang diposting di media sosial menunjukkan kondisi dalam kapal saat dilakukan proses sanitasi. Terlihat sejumlah orang berseragam khusus menyemprotkan lorong-lorong kapal dengan cairan anti-septik. Saat kapal berlabuh di Australia, tiga ambulans menjemput penumpang yang butuh penanganan intensif. (mus)