Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 17:14 WIB
  • Anak Diktator Gaddafi Bebas dari Penjara, Mau Balas Dendam

  • Oleh
    • Ezra Natalyn
Anak Diktator Gaddafi Bebas dari Penjara, Mau Balas Dendam
Photo :
  • Paul Hackett/Reuters
Saif al-Islam Gaddafi putra diktator Muammar Gaddafi

VIVA – Putra diktator Libya Muammar Gaddafi bernama Saif al-Islam Gaddafi sudah bebas dari penjara setelah menjalani hukuman penjara 6 tahun sejak tahun 2011 lalu. Saif al-Islam Gaddafi bebas pada Juni 2017 lalu dan mengatakan akan kembali untuk membalaskan dendam politiknya.

Melalui juru bicara dan kepada media, Saif al-Islam Gaddafi menegaskan akan kembali mengorganisir kelompok militer untuk melawan militan yang berseberangan dengan ayahnya dan kelompok itu pernah dapat dukungan Amerika Serikat dan NATO pada tahun 2011 silam. Pada tahun tersebut, Muammar Gaddafi juga tewas yang menyebabkan adanya refragmentasi di Libya.

Saif al-Islam Gaddafi beberapa tahun lalu merupakan calon pewaris kekuasaan Muammar Gaddafi. Mengenyam pendidikan di London School of Economics, Inggris, dia diharapkan bisa membawa pemikiran yang modern karena terbiasa hidup di kalangan masyarakat negara maju.

Namun dia kemudian ditangkap militan dan oleh Pengadilan Kejahatan Internasional disebut melakukan kejahatan kemanusiaan. Pengadilan di Zintan bahkan sempat menjatuhkan hukuman mati meski vonis yang in absentia tersebut menuai banyak kritikan karena akhirnya vonis itu tak diberlakukan.

"Saif al-Islam saat ini berada di Libya dan dia akan memegang kata-katanya untuk kembali dan mempertahankan teritorinya atau siap martir untuk itu," kata juru bicara Saif al-Islam Gaddafi sebagaimana dilansir laman The Guardian.

Namun sejumlah pakar tak yakin bahwa Saif al-Islam akan segera bisa mengorganisir militer untuk merealisasikan maksudnya. Ditengarai Saif al-Islam tak punya figur pengikut setia yang cukup atau paling tidak masih butuh waktu lebih lama agar dia bisa meyakinkan orang lain bersama-sama dengannya untuk membalaskan dendam kekuasaan. (ase)