Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 19:07 WIB
  • McDonald's Pecat Satpam yang Larang Hijabers Masuk Gerai

  • Oleh
    • Endah Lismartini
McDonald's Pecat Satpam yang Larang Hijabers Masuk Gerai
Photo :
  • LinkedIn
Gerai McDonald's.

VIVA – Petugas keamanan di gerai McDonald's di London yang melarang seorang hijabers memasuki kedai tersebut akhirnya dipecat.

Gerai fast food itu membenarkan kabar pemecatan petugas keamanannya kepada Arab News, 6 Desember 2017. Menurut McDonald's, petugas keamanan yang statusnya adalah pekerja dari pihak ketiga (outsourcing) diberhentikan, sementara kasusnya diselidiki secara internal, terkait perilakunya.

Hijabers yang hendak memesan makanan ke kasir itu diam-diam merekam penolakan si petugas keamanan. "Tak akan ada masalah dengan melepaskan jilbab itu," ujar petugas keamanan di gerai McDonald's yang berlokasi di distrik Seven Sister, London.

Muslimah itu lalu berkata pada petugas keamanan yang mengadangnya, "Ini bukan masalah dan melepasnya adalah masalah. Saya memakai ini karena perintah agama, dan saya tak merasa terganggu memakainya. Dan saya akan tetap berdiri di sini dan memesan makanan yang saya mau, karena yang Anda lakukan tidak benar."

"Saya sudah datangi toko-toko dan sejumlah restoran yang saya mau dan tetap mengenakan hijab. Dan saya membeli makanan yang saya inginkan dan saya ingin membelinya lalu saya datang ke sini. Dan saya juga tinggal tak jauh dari sini. Ini jelas sebuah ujaran kebencian," ujarnya menambahkan.

Rekaman itu berakhir dengan keputusan Muslimah itu meninggalkan restoran dan berkata kepada staf, "Saya tak ingin apa-apa lagi."

Video tersebut lalu diunggah oleh seorang perempuan bernama Sabrina. Ia mengatakan, kasus tersebut dialami oleh temannya sendiri. Setelah diunggah, rekaman itu menjadi viral dan mengundang kontroversi.

Melalui pernyataannya kepada Arab News, CEO McDonald's di Inggris Paul Pomroy mengatakan pihaknya sangat menyesal dan meminta maaf atas kejadian tersebut. "Saya menempatkan kasus ini sangat serius, karena kasus ini melibatkan situasi antara restoran dan pihak keamanan."

"Restoran ini dikelola dan dimiliki oleh Amir Atefi, seorang franchisee yang telah menjadi bagian dari McDonald's selama lebih dari 30 tahun. Atefi bangga dengan beragam angkatan kerjanya, dan merasa kesal dan khawatir mendengar bagaimana salah satu pelanggannya tak dihargai. Dia telah bertemu dengan tim manajemennya untuk tetap mempertahankan pendekatan pribadi dan perusahaan kami dengan masalah keyakinan," ujarnya menambahkan. (one)