Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 00:01 WIB
  • RI Ingin AS Timbang Ulang soal Ibu Kota Israel di Yerusalem

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Dinia Adrianjara
RI Ingin AS Timbang Ulang soal Ibu Kota Israel di Yerusalem
Photo :
  • VIVA/Dinia Andrianjara
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

VIVA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku telah menerima informasi mengenai rencana pemerintah Amerika Serikat, yang akan mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Beredar kabar, Presiden AS Donald Trump akan mengumumkan hal itu pada Rabu 6 Desember 2017, pukul 1 siang waktu Washington DC. 

Retno mengatakan, telah berkomunikasi dengan Duta Besar AS di Indonesia, Joseph Donovan untuk menanyakan kembali perihal rencana tersebut. Dubes Donovan pun mengakui, menerima informasi yang sama dari pemerintah pusat di Washington.

"Jadi, kita asumsikan rencana itu ada. Kita masih berharap, Pemerintah AS akan mempertimbangkan kembali untuk tidak melakukan itu," kata Retno di Serpong, Tangerang, Rabu 6 Desember 2017. 

Pemerintah Indonesia sejak beberapa hari terakhir juga telah menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait rencana pengakuan Yerusalem tersebut. Sebab, jika rencana itu dilakukan, dikhawatirkan akan membahayakan proses perdamaian dan membahayakan perdamaian itu sendiri.

"Kita juga khawatir pengumuman itu akan menciptakan instabilitas di kawasan Timur Tengah. Jadi posisi kita sangat jelas," ujarnya. 

Selain itu, Retno juga mengatakan telah berkomunikasi dengan para menteri luar negeri negara-negara Muslim, dalam hal ini Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), mengenai kemungkinan akan diadakannya sesi khusus untuk membicarakan hal ini. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan untuk merespons situasi tersebut.

Tindakan Trump ini dikhawatirkan akan membawa implikasi besar pada proses perdamaian yang terus dibicarakan di Palestina. Apalagi, aneksasi Israel di wilayah Jerusalem Timur pada 1967 dan upaya pendudukan yang terus terjadi setelahnya, masih dianggap tindakan yang ilegal oleh PBB.

Bagi Palestina, yang sebagian besar penghuninya beragama Islam, sebagian wilayah Jerusalem terdapat situs-situs suci umat Islam. Kelompok aktivis pejuang Palestina menegaskan, perlawanan mereka untuk mempertahankan Jerusalem membawa implikasi.

Di seluruh Timur Tengah, pemimpin pemerintahan, dan kelompok ekstremis, jika AS meneruskan rencana itu, maka itu akan dianggap sebagai sebuah alasan untuk melawan Israel, Amerika, dan sekutu mereka.