Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 21:13 WIB
  • Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel, Ini Klarifikasi Dubes AS

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Dinia Adrianjara
Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel, Ini Klarifikasi Dubes AS
Photo :
  • Kemlu RI
Menlu Retno Marsudi memanggil Dubes AS Joseph Donovan soal Israel.

VIVA – Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan, sore tadi memenuhi panggilan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mendengar reaksi resmi dari pemerintah Indonesia pasca-keputusan Presiden Donald John Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dalam pertemuan yang dilakukan tertutup selama 15 menit tersebut, Donovan kembali mengungkapkan komitmen AS untuk tetap mencapai kesepakatan damai yang langgeng antara rakyat Palestina dan Israel.

"Kami mendukung solusi dua negara, kalau itu disetujui oleh kedua belah pihak. Saya menekankan bahwa Presiden Trump telah menegaskan status quo situs suci Bukit Kuil atau situs Haram As Syarif harus tetap ada," kata Donovan di kawasan Tangerang, Banten, Kamis, 7 Desember 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Donovan juga mengklarifikasi kesalahpahaman pernyataannya yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, yang menuai kontroversi di masyarakat.

Pada keterangan tersebut tertulis bahwa AS telah berkonsultasi dengan sekutunya, termasuk Indonesia, sebelum Presiden Trump mengeluarkan keputusan terkait Yerusalem. Padahal menurut Menlu Retno, dia memanggil Donovan untuk komunikasi, bukan konsultasi.

"Saya sesalkan jika terjemahan sebelumnya tidak akurat," ujarnya. Berikut pernyataan Bahasa Indonesia yang akurat:

Ketika presiden Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan kota pemerintahannya, Presiden Trump juga menegaskan kembali secara publik bahwa Amerika Serikat mendukung status quo situs suci Bukit Kuil atau Haram As Syarif.

Presiden Trump juga mengungkapkan pada pengumumannya bahwa Yerusalem kini dan harus terus menjadi tempat di mana warga Yahudi berdoa di Tembok Barat, umat Kristiani melintasi Jalan Salib dan umat Muslim beribadah di Masjid Al Aqsa.

Presiden juga menekankan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan yang damai dan langgeng antara rakyat Palestina dan Israel, termasuk mendukung solusi dua negara, bila disetujui oleh kedua belah pihak”.