Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 21 April 2017 | 05:20 WIB
  • Tawaran Menarik Wapres AS untuk RI

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Chandra G. Asmara,
    • Fikri Halim,
    • Fajar Ginanjar Mukti
Tawaran Menarik Wapres AS untuk RI
Photo :
  • REUTERS/Darren Whiteside
Pertemuan Wapres AS Mike Pence dengan Presiden Jokowi

VIVA.co.id – Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, melakukan kunjungan kehormatan ke Indonesia sebagai bagian dari tur 10 harinya ke Asia. Pence bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sekaligus merayakan ulang tahun ke-50 perhimpunan bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan peringatan 40 tahun hubungan ASEAN-AS.

Kunjungan Pence ini adalah kali pertama sebagai Wakil Presiden AS ke negara berpenduduk mayoritas muslim. Dan merupakan kunjungan untuk menyampaikan sejumlah tawaran yang dimandatkan oleh Presiden AS, Donald Trump, guna meningkatkan hubungan bilateral AS dengan mitra dagang utama. 

Dengan situasi tersebut, tak heran sejumlah pengamat menilai kunjungan Pence kali ini adalah kunjungan untuk meningkatkan hubungan saling menguntungkan antara AS beserta sejumlah negara di Asia yang dikunjunginya dan bukan agenda politik serta keamanan internasional.

Dilansir dari laman CNBC pada Kamis 20 April 2017, Direktur Asia untuk Eurasia Group, Meredith Sumpter, mengatakan kunjungan Pence ke Jakarta dipastikan fokus pada memperluas hubungan yang saling menguntungkan antara AS dan Indonesia.

Salah satu pembahasan yang paling utama ditujukan ke Asia dan Indonesia adalah perdagangan bilateral. Langkah ini bertujuan untuk menyebarkan pesan Presiden Trump bahwa AS akan mendorong perdagangan ke Asia meskipun telah memutuskan keluar dari kemitraan Trans Pacific Partnership (TPP). 

Pence dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi pun mengatakan dalam upaya meningkatkan hubungan perdagangan antarnegara, Pemerintah AS mengharapkan adanya kesetaraan dalam mengurangi hambatan-hambatan perdagangan khususnya barang-barang ekspor AS ke Indonesia.

Permintaan tersebut, dinilai Pance sangat wajar sebagaimana kebijakan AS yang mempermudah eksportir asal Indonesia masuk ke pasar AS selama bertahun-tahun. Dengan pemohonan kesetaraan tersebut diharapkan eksportir AS juga dapat sepenuhnya bisa berpartisipasi dalam pasar Indonesia.

"Kami percaya hambatan perdagangan harus dihapuskan dan arena kompetisi harus setara," kata Pence.

Sementara itu, menanggapi permintaan AS, Wapres Jusuf Kalla menilai dengan adanya komitmen kerja sama bilateral di bidang ekonomi maka kedua negara akan saling mendapatkan keuntungan. Terlebih Indonesia juga merupakan negara yang terbilang tak banyak bergabung dengan perjanjian kerja sama perdagangan multilateral.

JK mengatakan, adanya tawaran kerja sama oleh AS kali ini tentu sangat wajar, karena akan lebih memberikan pengaruh menguntungkan terhadap AS. Hal itu pun menjadi salah satu pertimbangan AS kenapa mengundurkan diri dari keanggotaan TPP, Januari 2017 lalu.

"Karena indonesia juga tidak masuk TPP, karena itu kita akan segera untuk merundingkan strategic partnership, khususnya di bidang ekonomi dengan AS. Karena itu, Menteri Luar Negeri dan Menteri Perdagangan, duta besar, dan lain-lain, akan mempersiapkan pertemuan itu (tindak lanjut komitmen)," ujar JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 20 April 2017.

JK mengatakan, selain terkait peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, bidang ekonomi lain juga akan dikembangkan oleh dua negara yang mencakup investasi di bidang energi, teknologi informasi, transportasi, dan pertanian.

Selanjutnya... Indonesia-AS Bahas Energi dan Freeport