Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 16 Juni 2017 | 22:22 WIB
  • Heboh Jenderal Polisi di Balik Teror Air Keras Novel

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Edwin Firdaus,
    • Eka Permadi,
    • Agus Rahmat,
    • Irwandi Arsyad,
    • Lilis Khalisotussurur
Heboh Jenderal Polisi di Balik Teror Air Keras Novel
Photo :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Novel Baswedan diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan khusus.

VIVA.co.id – Sudah lebih dari dua bulan, tepatnya sejak Selasa 11 April 2017, kasus teror yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan, belum juga terungkap. Novel, yang disiram air keras usai melaksanakan Salat Subuh di masjid sekitar kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, saat ini masih menjalani perawatan di Singapura akibat luka serius di wajah dan matanya.

Dari keterangan awal yang disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, diketahui bahwa pelaku penyiraman Novel setidaknya ada dua orang. Ketika itu, mereka menghampiri Novel yang tengah berjalan kaki dari masjid menuju ke rumahnya dengan menggunakan kendaraan roda dua.

[Kronologi saat Novel Baswedan Disiram Air Keras]

Begitu posisi sudah dekat, kedua orang tersebut langsung menyiram air keras ke arah Novel. Dia sempat berlari menghindar namun terkena pohon.

Sejak saat itu, polisi berjanji melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para pelaku. Bahkan dengan penekanan secepatnya. Tapi sampai kini, belum juga tertangkap. [Kapolda Metro Janji Tangkap Penyiram Novel Secepatnya]

Seiring berjalannya waktu, proses penyelidikan menemui perkembangan-perkembangan. Sebelum peristiwa, Novel memang sadar bila tengah dibuntuti oleh orang lain. Dia pun berinisiatif memoto orang tersebut. Foto-foto itu akhirnya sampai ke tangan kepolisian.

Petunjuk lain juga ada di rekaman CCTV di rumah Novel. Sayangnya, gambar yang dihasilkan tidak terlalu jelas. Selain itu, puluhan saksi juga sudah diperiksa. Salah satu hasil keterangan adalah terdapat seorang pria yang beberapa hari sebelum kejadian, sempat mendatangi rumah Novel untuk membeli gamis.

Tapi, hasilnya nihil. Pelaku, apalagi aktor intelektual dari teror itu tetap belum terkuak. Meskipun polisi juga sudah melakukan olah kejadian perkara beberapa kali.

Beberapa waktu kemudian, muncul seseorang bernama AL, satpam di sebuah spa di Jakarta Pusat, yang diduga menjadi pelaku penyerang Novel. Sosok tersebut didapat polisi dari foto yang diberikan Novel di Singapura. Namun kemudian mentah lagi karena setelah diperiksa, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa AL adalah si pelaku.

[Polisi Akui Belum Berhasil Ungkap Peneror Novel Baswedan]

Selang beberapa hari berikutnya, muncul lagi sebuah nama terduga pelaku. Kali ini, orang tersebut adalah Mico Panji Tirtayasa atau Nico yang diketahui merupakan keponakan Muchtar Efendi, salah satu terpidana kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi. Hubungan dengan Novel, dia merupakan salah satu penyidik yang melakukan penyidikan kasus dugaan suap Muchtar.

Tapi kemudian, Nico dilepaskan. Dia sempat ditangkap dan lalu diperiksa karena membuat video yang berisi pernyataan yang kurang menyenangkan atau kebencian kepada Novel di media sosial.

[Polda Metro Pastikan Nico Bukan Penyerang Novel Baswedan]

Selanjutnya...Novel Heran