Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 21 Oktober 2015 | 11:49 WIB
  • Ahok: EO Pengajian Monas Hanya Ingin Cari Uang

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Fajar Ginanjar Mukti
Ahok: EO Pengajian Monas Hanya Ingin Cari Uang
Photo :
  • Fajar GM - VIVA.co.id
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat diwawancara.

VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pihak penyelenggara 'Pengajian Peringatan Hari Pahlawan' begitu bersikeras ingin menyelenggarakan kegiatan pengajiannya di Lapangan Monumen Nasional (Monas) karena ingin berkesempatan menyewakan lapak-lapak yang tersedia di Monas kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang hendak memanfaatkan adanya acara itu untuk berjualan.

"EO-nya pengen dapetin duit dari nyewain lapak," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, di hadapan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menemuinya di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Singapura di Chatsworth Road, Singapura.

Rekaman pertemuan itu diunggah oleh saluran YouTube relawan pemenangan Jokowi-Ahok di Pilgub DKI 2012, TyoJB (Jakarta Baru) dan diakses pada Rabu, 21 Oktober 2015.

Baca juga: Benda Penguak Identitas Jasad Terbakar di Gunung Lawu

Tuduhan Ahok ini mengemuka karena pihak penyelenggara acara, malah tidak mau saat Pemerintah Provinsi DKI menawarkan mereka untuk menyelenggarakan acara pengajiannya di Masjid Istiqlal. Padahal Masjid Istiqlal, yang letaknya tepat di sebelah timur laut Lapangan Monas, adalah tempat yang lebih cocok untuk menyelenggarakan acara yang sifatnya keagamaan.

"Mereka (penyelenggara) nolak karena kalau acaranya diselenggarakan di Istiqlal, yang dagang nanti enggak laku," ujar Ahok.

Seperti diketahui, seorang warga bernama Kurniadi membuat sebuah petisi yang disampaikan kepada Ahok dan juga Presiden Joko Widodo pada pekan lalu. Melalui situs change.org, warga itu memprotes tak kunjung dikeluarkannya izin untuk diselenggarakannya kegiatan pengajian di Lapangan Monas.

Padahal, Kurniadi mengatakan, acara yang akan diselenggarakannya bertujuan untuk mendoakan arwah para pahlawan. Kurniadi beranggapan acara yang akan diselenggarakannya tidak bertentangan dengan tujuan didirikannya Monas oleh Presiden Soekarno untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia memperoleh kemerdekaan.

"Ada yang salahkah dengan kami? Bukankah kami merupakan bagian dari warga Jakarta dan rakyat Indonesia?" tulis Kurniadi dalam petisi.

Baca juga: Pencuri 'Tiduri' Janda dan Mahasiswi Lalu Kuras Harta