Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 16 Mei 2017 | 17:43 WIB
  • Polisi Bantah Brimob Tewas karena Dibunuh

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Anwar Sadat
Polisi Bantah Brimob Tewas karena Dibunuh
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi garis polisi.

VIVA.co.id – Aparat Kepolisian memastikan penyebab tewasnya anggota Brimob, Bripka Teguh Dwiyanto merupakan insiden bunuh diri. Polisi membantah kemungkinan Teguh menjadi korban pembunuhan.

"Tidak ada (dugaan pembunuhan) karena olah TKP juga mengatakan ada senjata di situ kemudian arah senjatanya juga memang dia menggunakan tangan kanan, dari kanan peluru ke arah kiri ke belakang kiri kan," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, Selasa, 16 April 2017.

Menurut Setyo, Teguh merupakan sosok prajurit yang baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran. Teguh juga prajurit yang disiplin dan perfeksionis.

"Dari keterangan teman-temannya dia memang orang yang sangat lurus dan tertib. Mungkin dia merasa tertekan dengan dimintai keterangan terkait kasus yang ada. Peluru itu juga kalau menurut saya kecelakaan," kata Setyo.

Selama ini, menurut Setyo, Teguh tak pernah mempunyai masalah dengan orang lain. "Tidak ada musuh saya tegaskan bahwa yang bersangkutan orangnya baik orang yang sangat disiplin tidak pernah membuat pelanggaran yang tidak perlu," ujarnya.

Saat ini, jenazah Teguh sudah dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Keluarga Teguh akan mendapatkan santunan dari Polri. "Kalau santunan itu pasti ada karena itu sudah sesuai dengan aturan di Polri dan kami ada santunan resmi dan itu sudah diatur," ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian menduga anggota Brimob Sat III Pelopor, Bripka Teguh Dwiyanto, nekat menembak kepalanya di Asrama Brimob Satu Batalyon A Ciputat, Tangerang Selatan, karena stres atas pemeriksaan dirinya terkait kasus peluru nyasar.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto, Bripka Teguh sempat menjalani pemeriksaan terkait peluru nyasar di rumah anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Jazuli Juwani.

Peluru itu diduga berasal dari senjata api Teguh, saat sedang latihan menembak. Karena itu, Bripka Teguh diperiksa secara intensif.
Diduga Bripka Teguh merasa bersalah atas kasus itu dan memilih jalan menghabisi nyawa dengan menembak kepalanya sendiri.

"Diduga karena peristiwa tersebut dan korban diperiksa, kemudian korban stres dan mengakibatkan diduga bunuh diri," kata Rikwanto, Senin, 15 Mei 2017.