Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 19 Mei 2017 | 10:47 WIB
  • Heboh Selfie Tanpa Izin di Terowongan MRT Sudirman

  • Oleh
    • Siti Ruqoyah,
    • Ade Alfath
Heboh Selfie Tanpa Izin di Terowongan MRT Sudirman
Photo :
  • Istimewa
Tiga pria selfie di terowongan MRT Sudirman

VIVA.co.id – PT. MRT Jakarta menyatakan bahwa aksi swafoto – yang hasilnya sudah beredar di media sosial – oleh beberapa orang di dalam area proyek kereta bawah tanah itu dilakukan tanpa izin. Aksi “gaya-gayaan” tersebut tidak dapat dibenarkan karena tidak sesuai prosedur, sehingga pekerja yang memberi akses ke pelaku selfie itu langsung “dibebastugaskan”.

Sebelumnya, dalam akun instagram milik Erlangga Citro Kusumo @erlanggacitro terunggah foto dia bersama dua temannya di terowongan MRT yang terletak di kawasan Sudirman. Foto tersebut tanpa pengawalan petugas dan tanpa menggunakan alat pelindung. Dalam unggahan foto tersebut, dia mengaku mengambil foto secara ilegal. Akun instagramnya kini sudah terkunci dan hanya bisa dilihat oleh orang sudah berteman dengannya saja.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah, mengungkapkan setiap kunjungan ke area proyek MRT Jakarta, para pengunjung harus mendapatkan persetujuan dari PT MRT Jakarta. Dalam setiap kunjungan resmi, pengunjung pun wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai berupa helm, rompi, dan sepatu keamanan standar. 

Menurut Tubagus, setelah dilakukan penyelidikan, manajemen PT MRT Jakarta menemukan ternyata ada pekerja SOWJ JV (Shimizu – Obayashi – Wijaya Karya – Jaya Konstruksi Joint Venture) yang telah memberikan akses kepada masyarakat untuk berfoto di dalam lokasi proyek. Maka telah dilakukan tindakan sanksi kepada pekerja tersebut.

"Yang bersangkutan telah dibebastugaskan," kata Tubagus dalam pesan singkatnya, Jum'at 19 Mei 2017. 

Teguran Keras

PT MRT Jakarta juga memberikan teguran keras dan sanksi kepada kontraktor SOWJ JV  yang bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran tersebut. Sanksi yang diberikan adalah berupa pemberian Demerit Point atau pengurangan poin pada aspek Health and Safety Environment (HSE). 

"Pengurangan poin ini akan masuk ke penilaian kinerja kontraktor, dan nantinya dapat mempengaruhi peluang kontraktor tersebut berpartisipasi dalam proyek-proyek MRT Jakarta di masa depan," kata dia.

PT MRT telah meminta semua kontraktor dan menegaskan kembali kepada kontraktor untuk meningkatkan keamanan dengan standar yang tinggi denngan melakukan hal antara lain menambah jumlah personil kemanan, menambah closed-circuit television (CCTV) di semua area proyek serta mengurangi akses masuk ke dalam area proyek untuk meningkatkan pengawasan sehingga kejadian serupa tidak terjadi kembali di seluruh area proyek MRT Jakarta.

"PT MRT terus berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kualitas kerja dari proyek MRT Jakarta dengan menerapkan standar HSE yang tinggi. Selain itu manajemen PT MRT Jakarta akan selalu menindak tegas kepada kontraktor-kontraktor yang tidak patuh pada prosedur yang berlaku," ujarnya. (ren)