Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Juni 2017 | 13:39 WIB
  • Dua Rampok yang Ditangkap Bukan Penembak David

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Foe Peace Simbolon
Dua Rampok yang Ditangkap Bukan Penembak David
Photo :
  • Repro Instagram
Kondisi jenazah pria yang ditembak perampok di SPBU Daan Mogot.

VIVA.co.id – Ternyata dua pelaku perampokan disertai penembakan terhadap nasabah bank bernama Davidson Tantono di SPBU, Daan Mogot, Jakarta Barat, bukan eksekutor aksi itu. Dua kawanan yang ditangkap merupakan mata-mata.

"Jadi untuk pelaku yang kami amankan saat ini, adalah pelaku yang memantau di bank itu, yang menggambarkan dan kemudian pelaku yang menancapkan atau menyebarkan paku. Untuk sementara masih didalami, kami belum dapat identitas yang lengkap, ini masih domain penyidik untuk mencari tersangka lain," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Menurut Argo, dua pelaku dalam kelompok perampokan sadis itu, dalam penyelidikan diketahui berperan sebagai mata-mata dan penggembos ban mobil korban.

Argo menuturkan, pelaku awalnya memata-matai korban saat menarik uang tunai, pelaku bertugas di dalam bank tempat korban menarik uang. Meski berada di dalam bank, tapi pelaku bukan karyawan bank tersebut.

"Artinya dia akan melihat, mengidentifikasi nasabah yang akan mengambil uang di situ. Kira-kira siapa di situ yang mengambil uang, ia kan tahu ciri-cirinya seperti apa. Orang itu hanya di dalam bank saja melihat," kata Argo di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 15 Juni 2017.

Setelah itu, mata-mata ini menghampiri pelaku lainnya yang bertugas melakukan sabotase terhadap mobil korban. Pelaku ini berada di luar bank, dia sudah bersiap menanti informasi dari mata-mata dan memasang ranjau paku di ban mobil korban.

Argo mengatakan, paku yang dipasang di ban mobil korban, bukan paku biasa, paku itu telah dimodifikasi sehingga ban mobil korban hanya akan kempis beberapa menit setelah aku menancap.

"Pakunya itu bukan sembarang paku, tapi sudah dimodifikasi. Jadi kalau pakunya itu terkena ban nanti akan kempis. Jadi berapa menit begitu, pelaku sudah mempelajari. Nanti kempisnya sampai di mana dia sudah tahu," kata Argo.

Seperti diketahui, Davidson tewas ditembak perampok saat berusaha mempertahankan tas berisi uang tunai ratusan juta rupiah yang dirampas perampok dari dalam mobilnya. 

Uang tunai itu baru saja diambil Davidson dari salah satu bank yang berada tak jauh dari lokasi penembakan. Davidson berada di SPBU untuk mengisi angin pada ban mobilnya yang mendadak kempis.