Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Juni 2017 | 15:56 WIB
  • Modus Perampok Maut Sebelum Tembak Mati Davidson Tantono

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Foe Peace Simbolon
Modus Perampok Maut Sebelum Tembak Mati Davidson Tantono
Photo :
  • Repro Instagram
Kondisi jenazah pria yang ditembak perampok di SPBU Daan Mogot.

VIVA.co.id – Kepolisian berhasil menangkap dua anggota kelompok perampok nasabah bank, yang menembak kepala Davidson Tantono di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-11712 di Jalan Daan Mogot, Jakarta Timur, pekan lalu. Davidson langsung tewas di tempat.

Dua pelaku yang ditangkap bukanlah mereka yang merampok uang ratusan juta dan menembak kepala Davidson. Dalam aksi perampokan itu, mereka bertugas sebagai mata-mata dan orang yang menyabotase ban mobil korban.

Dari penangkapan keduanya, diketahui sebenarnya Davidson sudah menyadari ada yang tidak beres saat dalam perjalanan sepulang dari menarik uang tunai di bank.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, hal itu diketahui dari pengakuan kedua pelaku.

Pelaku menyebutkan, Davidson sempat tak menghiraukan salah satu pelaku yang berusaha menghentikan laju mobil korban di tengah jalan. Pelaku sempat berpura-pura memberitahukan bahwa ban mobil David dalam kondisi kempis.

"Dia (David) berjalan terus mencari tempat ramai dan masuk SPBU," kata Argo, Kamis, 15 Juni 2017.

Padahal jika saat itu korban menghentikan mobilnya, pelaku lainnya sudah bersiap untuk merampok korban. Tapi Davidson memilih berhenti dan mengisi angin ban di SPBU. Dan akhirnya pelaku mendapat kesempatan untuk merampas tas berisi uang yang ada di dalam mobil.

Mobilnya Disabotase

Argo menuturkan, berdasarkan keterangan pelaku, ban mobil Davidson kempis akibat disabotase menggunakan paku khusus ketika mobil korban masih berada di area parkir bank.

"Pakunya itu bukan sembarang paku, tapi sudah dimodifikasi. Jadi kalau pakunya itu terkena ban nanti akan kempis. Jadi berapa menit begitu, pelaku sudah mempelajari. Nanti kempisnya sampai di mana dia sudah tahu," kata Argo.

Seperti diketahui, Davidson tewas ditembak perampok saat berusaha mempertahankan tas berisi uang tunai ratusan juta rupiah yang dirampas perampok dari dalam mobilnya, Jumat, 9 Juni 2017.

Uang tunai itu baru saja diambil Davidson dari salah satu bank yang berada tak jauh dari lokasi penembakan. Davidson berada di SPBU untuk mengisi angin pada ban mobilnya yang mendadak kempis. 

(Baca: Usai Tembak Kepala David, Perampok Bagi-bagi Uang)

(ren)