Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 16 Juni 2017 | 21:30 WIB
  • Soal Sopir Bemo, Anies Yakin Djarot akan Bela Rakyat kecil

  • Oleh
    • Finalia Kodrati,
    • Raudhatul Zannah
Soal Sopir Bemo, Anies Yakin Djarot akan Bela Rakyat kecil
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Anies Baswedan

VIVA.co.id – Terkait Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang melakukan pembenahan terhadap sopir bemo beralih menjadi Angkutan Pengganti Bemo (APB), Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno tak ingin banyak berkomentar. Mereka berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) bisa membereskan hal itu dengan sebaik-baiknya.

Anies percaya bahwa Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tahu apa yang diinginkan rakyat kecil. Sehingga dipastikan hal ini dapat dibereskan dengan sebaik-baiknya.

"Saya belum bertugas, jadi saya enggak mau komentar lebih jauh. Saya percaya bahwa Pak Djarot akan bisa, beliau pasti berpihak pada wong cilik. Saya rasa beliau bisa membereskan ini. Membela rakyat kecil," kata Anies di kawasan Jakarta Selatan, Jumat 16 Juni 2017.

Sementara Sandiaga menilai, bahwa peralihan tersebut memang sewajarnya dilakukan. Karena, seperti diketahui banyak bemo-bemo yang sudah tak layak pakai dan harus ada alternatif lain.

"Jadi alternatif itu harus dibantu dicarikan oleh Pemprov, mungkin Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa dibantukan dan didorong dalam one kecamatan one trip (OK OTRIP)," kata Sandiaga.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menyatakan, angkutan bemo sudah tidak boleh beroperasi di Jakarta.

Salah satu kesepakatan antara sopir dengan Dinas Perhubungan yaitu, apabila bemo masih tetap mengangkut penumpang maka akan ditertibkan. Penertiban itu dibarengi rencana peremajaan bagi angkutan roda tiga tersebut, untuk dijadikan Angkutan Pengganti Bemo (APB) yang lebih ramah lingkungan. 

"Kami kan sudah beberapa kali sosialiasi (peremajaan) dengan pengurus, terakhir tanggal 30 Mei 2017," kata Sigit ketika dihubungi di Jakarta, Jumat 16 Juni 2017. 

"Pokoknya kita akan kembalikan definisinya sebagai definisi angkutan lingkungan. Biar end to end (integrasi dengan transportasi lain)," tambah Sigit.