Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 00:29 WIB
  • Polisi Lacak Nomor Mobil Tabrak Warga di Kemayoran

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Foe Peace Simbolon
Polisi Lacak Nomor Mobil Tabrak Warga di Kemayoran
Photo :
  • VIVA/Danardono
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

VIVA.co.id – Polisi tengah melacak nomor polisi mobil yang menabrak dua warga saat berada di kawasan patung Ondel-ondel, Kemayoran, Jakarta Pusat. Akibat kejadian itu,  satu orang warga tewas di tempat.

"Ya itu sedang kami cek," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Senin, 19 Juni 2017.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mencari saksi-saksi di lokasi kejadian saat mobil itu menabrak Andrian Dwi Nanda (18 tahun) dan Abdul Qosim (32). "Kami sedang cari saksi pelat mobilnya berapa. Masih mengumpulkan saksi yang melihat itu," ujar Argo.

Pada Sabtu, 17 Juni 2017 tengah malam dan Minggu, 18 Juni 2017 dini hari, terjadi dua peristiwa kekerasan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pertama adalah penusukan terhadap seorang anggota TNI, Prada Ananda Puji Santoso, di belakang patung Ondel-ondel, Kemayoran. Pelaku diduga sekelompok orang yang tengah melakukan aksi Sahur On The Road (SOTR).

Akibat kejadian itu, Ananda terluka di pinggang bagian kiri. Setelah peristiwa itu, sekitar pukul 03.30 WIB ada sekelompok orang yang menggunakan sepeda motor dan mobil menghampiri warga yang sedang duduk di tengah Tugu Ondel-ondel.

Tak lama kemudian, ada penyerangan yang terjadi terhadap beberapa pemuda di kawasan Gang Laler yang tak jauh dari lokasi Ananda mengalami penyerangan. Mobil itu sempat menabrak warga yang sedang duduk di tengah Tugu Ondel-ondel. Orang yang berada di mobil sempat turun dan mengeluarkan tembakan ke atas. Orang tersebut mengaku sebagai anggota TNI. Dia kemudian pergi.

Dalam kejadian kedua, ada dua orang korban yakni Andrian Dwi Nanda (18) dan Abdul Qosim (32). Andrian tewas, sedangkan Qosim kritis karena luka di kepala dan sekujur tubuh. Namun, belum bisa dipastikan apakah adanya hubungan antara peristiwa penusukan yang dialami Prada Ananda dan kasus penabrakan itu.