Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 16:22 WIB
  • Detik-detik Pembacokan Hermansyah Versi Edwin Hitipeuw

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Foe Peace Simbolon
Detik-detik Pembacokan Hermansyah Versi Edwin Hitipeuw
Photo :
  • Foe Peace - VIVA.co.id
Empat pelaku pembacokan Hermansyah di Polda Metro Jaya.

VIVA.co.id – Jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya telah meringkus empat dari lima pelaku pambacokan dan penusukan sadis terhadap Hermansyah, ahli IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Berdasarkan pengakuan salah satu pelaku, yakni Edwin Hitipeuw (37 tahun). Dia merupakan orang pertama yang sempat bertikai dengan korban. Karena Edwin merupakan pengemudi Toyota Yaris yang secara tak sengaja menyerempet mobil Hermansyah dari belakang, saat kedua mobil sedang melaju di ruas Jalan Tol Jagorawi, Halim, Jakarta Timur arah Bogor.

Edwin menuturkan, saat itu menyerempet mobil korban, dia sedang mengemudi ditemani teman wanitanya bernama Siska.

Edwin mengaku, usai menyerempet mobil Hermansyah, hingga bagian belakang mobil korban ringsek, Edwin tak menghentikan laju mobilnya dan memilih tancap gas.

Tapi, menurut Edwin, ternyata korban tak terima dan mengejar mobil Edwin. Dan berusaha menghentikan laju mobil Edwin.

"Dia (Hermansyah) dari sebelah kiri, jadi dia berusaha menghentikan mobil saya. Dia palang mobil saya dari bagian depan," kata Edwin di Markas Polda Metro Jaya, Kamis 13 Juli 2017.

Edwin menuturkan, saat Hermansyah memepet mobil Edwin, keduanya sempat cek cok mulut dalam kondisi mobil tetap melaju dan kaca dibuka.

Akhirnya Edwin menghentikan laju mobilnya karena korban sudah memalangkan mobilnya di depan mobil pelaku.

Tak lama berselang, datanglah dari belakang mobil Honda City yang di dalamnya ada pelaku lain, yakni Lauren Paliyama (31), Erick Birahy dan Richard Patipelu dan Domaince.

Tak terima atas apa yang dilakukan terhadap Edwin, lalu Lauren turun menyerang Hermansyah dan menusuk serta membacok Hermansyah. Melihat itu, pelaku lain juga ikutan menyerang Hermansyah.

"Terus mungkin karena adik-adik saya ini lihat saya dicegat, mereka turun dari mobil," kata Edwin.