Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 16:48 WIB
  • Polisi Dalami Keberadaan Hotel Dekat Lokasi Sabu 1 Ton

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Foe Peace Simbolon
Polisi Dalami Keberadaan Hotel Dekat Lokasi Sabu 1 Ton
Photo :
  • VIVA.co.id/Yandi Deslatama
Mobil kawanan tersangka penyelundup satu ton sabu-sabu yang ditembaki polisi dalam penggerebekan di kawasan Anyer, Serang, Banten, pada Kamis, 13 Juli 2017.

VIVA.co.id – Polisi mendalami keberadaan Hotel Mandalika di Jalan Raya Anyer, Serang, Banten yang berada dekat lokasi penggerebekan sabu satu ton, Kamis, 13 Juli 2017. 

"Itu tadi sudah saya sampaikan ke wakapolda Banten untuk mendalami berkaitan dengan hotel," ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan, Kamis, 13 Juli 2017.

Berdasarkan interogasi awal, menurut Iriawan, hotel itu sudah lima tahun tidak beroperasi. "Kenapa tidak operasional, apa sengketa? Kalau tidak sengketa kenapa tidak dijadikan (operasional), apa ini baru sekali atau beberapa kali sudah dilakukan," katanya.

Narkoba itu turun di bibir pantai. "Yang jelas dia (pelaku) pada saat akan mengambil, mereka langsung datang ke situ pasti, kami akan dalami," ujarnya.

Saat ditanya apakah tidak ada penjagaan di pantai, Iriawan menyebutkan, garis pantai membentang luas. Para pelaku berpindah-pindah tempat dalam menurunkan barangnya.

"Dulu kan di Ujung Genteng, berpindah lagi di Marunda, pindah lagi terus di Jawa bagian utara, pernah di Garut, sekarang pindah lagi di sana," ujarnya.

Polisi menggerebek sebuah lokasi penyelundupan satu ton sabu di kawasan Anyer, Serang, Banten, pada Kamis, 13 Juli 2017. Lokasinya di tepi pantai dekat Hotel Mandalika, Jalan Raya Anyer, Kabupaten Serang.

Aparat menyebut narkotika sebanyak itu diselundupkan dari Tiongkok ke Indonesia. Penggerebekan itu hasil penyelidikan sejak dua bulan lalu setelah polisi berkoordinasi dengan aparat Taiwan.

Polisi mengidentifikasi empat orang tersangka penyelundupan sabu-sabu tersebut yaitu, Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li.

Seorang tersangka Lin Ming Hui, yang ditengarai sebagai bos atau pemimpin penyelundupan narkoba itu ditembak lantaran melawan saat hendak dibekuk. Dua yang ditangkap hidup, antara lain, Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu. Sementara itu, yang kabur adalah Hsu Yung Li.