Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 15 Juli 2017 | 16:17 WIB
  • Sukses Ungkap Jaringan Narkoba, AKP Ocha Punya Cerita Haru

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Sukses Ungkap Jaringan Narkoba, AKP Ocha Punya Cerita Haru
Photo :
  • Viva.co.id/Zahrul Darmawan
AKP Ocha.

VIVA.co.id – Keberhasilan Satgas Merah Putih dalam mengungkap kasus narkoba jaringan internasional mengundang apresiasi publik. Tak tanggung-tanggung, tim yang dilatarbelakangi punggawa Tribrata itu berhasil menyita sebanyak satu ton sabu dari tangan para pelaku.

Namun di balik kesuksesan tersebut tak lepas dari sosok polisi wanita (polwan) yang belakangan diketahui sebagai sosok kunci dari pengungkapan kasus ini. Polwan itu adalah Ajun Komisaris Polisi Rosana Labobar atau biasa dipanggil AKP Ocha.

AKP Ocha mampu membuktikan jika dirinya memiliki nyali besar. Dia adalah satu-satunya polisi yang saat kejadian berada di garis terdepan dengan jarak sekitar 30 meter dari kawanan pelaku.

Wanita kelahiran Ambon 19 Oktober 1986 itu pula yang menjadi mata-mata dari pergerakan operasi tersebut. Ocha, rela tiarap berjam-jam di semak-semak demi bisa mendekati para pelaku. 

Di balik tugas beratnya namun Ocha juga wanita biasa. Rasa takut pun pernah ia alami. Wakil Kepala Satuan Narkoba Polresta Depok itu bercerita alasannya.

“Semua itu karena motivasi karena keyakinan kita akan mengungkap narkoba jaringan internasional ini karena itulah kami tekun, ulet. Bayangkan, kita harus mengikuti aktivitas mereka 24 jam, saya tidur di mobil di emperan jalan tapi itu semua demi negara,” kata Ocha kepada VIVA.co.id, Jumat 14 Juli 2017.

Sebagai seorang ibu satu anak, Ocha tak menampik bahwa dirinya saat bertugas kadang merindukan anaknya yang baru berusia 5 tahun.  
 
“Tentu rasa kangen sama keluarga pasti ada tapi dengan motivasi ini, dengan cepat ngungkap artinya akan cepat pulang juga. Itu yang jadi motivasi saya. Ya tentu saja dilema karena saya perempuan dan saya punya anak tapi di satu pihak saya abdi negara,” ujar dia.

Dia mengatakan, kepada anaknya juga menjelaskan alasan pekerjaannya sering menyita banyak waktu. 

Sebelumnya, jaringan narkoba asal Taiwan berhasil dibekuk Satgas Merah Putih di bawah komando Kapolresta Depok, Kombes Herry Heryawan bersama Diresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta dengan barang bukti sebanyak satu ton sabu. Penangkapan ini berlangsung di Kawasan Anyer, Banten, Rabu malam, 13 Juli 2017.

Dalam peristiwa itu, satu tersangka tewas ditembak karena melakukan perlawanan sementara tiga rekannya berhasil dilumpuhkan. (mus)