Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 16 Juli 2017 | 12:56 WIB
  • Djarot Bakal Bangun Tempat Pembuangan Sampah di Sunter

  • Oleh
    • Siti Ruqoyah,
    • Shintaloka Pradita Sicca
Djarot Bakal Bangun Tempat Pembuangan Sampah di Sunter
Photo :
  • ANTARA/Risky Andrianto
Pekerja menurunkan sampah dari mobil truk sampah di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan akan segera selesaikan persoalan sampah di kawasan ibu kota, caranya dengan membangun intermediate treatment facility (ITF). Penggarapan pertama akan dilakukan di kawasan Sunter. 

Peletakkan batu pertama akan dilakukan di sana pada Agustus 2017. Pembangunan di wilayah lainnya, seperti di Cilincing akan mengikuti setelahnya. Djarot mengatakan, dengan pembangunan ITF tersebut akan untuk mengubah sampah menjadi energi baru terbarukan yang dapat bermanfaat. 

"Untuk di Sunter kita sudah tugaskan Jakpro dan biayanya, tanpa membebankan pada APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)," ujar Djarot di Jakarta pada Minggu, 16 Juli 2017. 

Ia menargetkan, ke depan sampah di Jakarta harus diolah, paling tidak ada di empat wilayah. Di Sunter sendiri disebutkannya memiliki kapasitas menampung 2.500 ton sampah per hari, yang mana produksi sampah per hari di Jakarta ada sekitar tujuh ribu ton. 

"Jadi kalau kita olah, katakanlah olah sampah Jakarta sampai enam ribu ton, maka tinggal 1000 ton yang kita kirim ke Bantar Gebang, kira-kira seperti itu. Kalau misalnya kita bisa mengolah sampah di Jakarta saja sampai dengan 12 ribu ton per hari, maka muatan ke Bantar Gebangnya akan berkurang," kata dia. 

Menurutnya, masalah sampah di ibu kota tidak akan teratasi maksimal kalau tidak membangun ITF, meski telah ada program bank sampah yang diwajibkan di setiap Rukun Warga (RW) dan kelurahan. 

"Kita sudah wajibkan setiap RW paling enggak punya satu bank sampah. Sehingga, sampah-sampah anorganik bisa diolah di sana. Sedangkan sampah-sampah organik, seperti sisa masakan, kami yang akan mengolah. Bisa menjadi pupuk dan biogas," ucap dia. 

Djarot mengakui belum semua RW punya bank sampah. Namun didorong paling tidak 50 persen RW memiliki bank sampah, sehingga sampah sudah bisa tereduksi di tingkat wilayah.