Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 17 Juli 2017 | 12:14 WIB
  • Pemotor Ngamuk di Trotoar, Djarot: Polisi Harus Bertindak

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Ade Alfath
Pemotor Ngamuk di Trotoar, Djarot: Polisi Harus Bertindak
Photo :
  • Repro Instagram
Pemotor mengamuk saat dilarang melintas di trotar.

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, geram dengan ulah pengendara sepeda motor yang mengamuk saat dilarang relawan komunitas pejalan kaki untuk melintas di trotoar.

Menurut Djarot, tindakan dua pengendara sepeda motor yang mengamuk dan memaki-maki anggota komunitas pejalan kaki merupakan tindakan yang salah. Sebab, trotoar memang bukan untuk kendaraan bermotor, tapi untuk pejalan kaki. 

Djarot mengatakan, sudah saatnya kepolisian bertindak tegas. Karena, ulah pengendara motor yang melaju di trotoar melanggar aturan dan dapat membahayakan jiwa pejalan kaki.

"Kalau seperti itu ya tindak tegas sebagai pembelajaran, karena itu membahayakan orang lain serta menunjukkan ego yang berlebihan dengan tidak memperhatikan orang lain. Terutama pejalan kaki. Kalau seperti itu yang kami bela ya pejalan kaki," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin 17 Juli 2017. 

Seperti diketahui, amukan pengendara motor ke komunitas pejalan kaki menyebar luar di media sosial melalui sebuah rekaman video. 

Dalam video terekam dua pengendara motor marah besar ke anggota komunitas pejalan kaki. Karena kedua pengendara itu dilarang melaju di atas trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Tak hanya marah, salah satu pengendara motor sempat membanting helm dan menantang anggota komunitas pejalan kaki untuk berkelahi.