Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 17 Juli 2017 | 16:00 WIB
  • Warga Jakarta Malas Jalan, Akhirnya Banyak Pasar Tumpah

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Ade Alfath
Warga Jakarta Malas Jalan, Akhirnya Banyak Pasar Tumpah
Photo :
  • VIVA/Shintaloka Pradita Sicca
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, di kawasan Kota Tua Jakarta.

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengimbau warga Ibu Kota untuk tidak malas berjalan kaki. Dia menilai, selama ini banyak warga Jakarta malas berjalan kaki.

Hal itu menyebabkan banyaknya pasar tumpah. "Kita termasuk warga yang malas untuk jalan. Kenapa banyak pasar tumpah, karena mereka males jalan," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin 17 Juli 2017. 

Menurutnya, berbagai pembangunan infrastruktur dan pelebaran trotoar telah dilakukan demi mendorong warga untuk berjalan kaki. "Kita bangun MRT, trotoar, halte bus yang agak panjang biar mereka jalan kaki," ujarnya. 

Jika banyak warga malas jalan berjalan kaki, kata Djarot, trotoar yang telah dilebarkan akan diduduki pedagang kaki lima. Selain itu, berbagai penyakit juga mengancam jika fisik kurang bergerak. "Makanya Pemprov harus dorong warga jalan kaki," kata Djarot. 

Soal perlunya jalan kaki diungkapkan Djarot setelah menanggapi kasus pengendara sepeda motor yang mengamuk, saat dilarang relawan komunitas pejalan kaki untuk melintas di trotoar. Amukan pengendara motor ke komunitas pejalan kaki menyebar luas di media sosial melalui sebuah rekaman video. 

Seperti diketahui, peneliti di Amerika, tepatnya di Stanford University, menemukan beberapa negara dengan aktivitas jalan kaki paling sedikit. Mereka meneliti pergerakan smartphone pengguna untuk melihat seberapa aktifnya para penduduk dunia.

Berdasarkan penelitian tersebut, dilansir dari BBC, Hong Kong merupakan negara dengan aktivitas jalan kaki terbanyak. Satu orang rata-rata berjalan kaki 6.880 langkah per hari. Temuan yang mengejutkan, di posisi paling bawah adalah Indonesia, dengan 3.513 langkah per hari rata-rata per orang. (ren)