Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 17 Juli 2017 | 19:22 WIB
  • Kronologi Kasus Bullying Remaja SMP

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Foe Peace Simbolon
Kronologi Kasus Bullying Remaja SMP
Photo :
Stop kekerasan bullying

VIVA.co.id – Kasus bullying kembali menjadi sorotan publik. Tak hanya dialami oleh salah satu mahasiswa universitas swasta, kasus bullying juga dialami remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang Komisaris Polisi Mustakim menyatakan, dari hasil pelusuran polisi terhadap keberadaan video, kejadian bullying dilakukan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dialami gadis remaja berinisal SB terjadi di lantai 3A di Thamrin City.

Peristiwa terjadi Jumat 14 Juli 2017 sekira pukul 13.30 WIB. "Itu benar ada kejadian bullying kepada seorang remaja perempuan berinisial SB," ucap dia saat dikonfirmasi, Senin 17 Juli 2017.

Mustakim menjelaskan, kejadian itu awalnya dari adu mulut antara salah satu terduga pelaku dengan korban yang sama-sama perempuan.

Esoknya, korban dicegat terduga pelaku lain usai pulang sekolah. Korban lalu dibawa menuju ke kawasan Thamrin City.

"Korban dihadang di dekat sekolah dan disuruh datang ke Thamrin City, lalu di sana sudah ada teman-teman pelaku yang menunggu," tuturnya.

Di sanalah, siswi dan siswa lain yang merupakan para terduga pelaku melakukan bullying kepada SB. Setelah itu, korban dipaksa untuk mencium tangan dan kaki pelaku.

"Lalu dilakukan perbuatan dengan kekerasan seperti itu, ada laki-laki dan perempuan yang melakukannya," ucap dia menyudahi.

Sebelumnya diberitakan, kasus bullying mulai kembali marak terjadi. Usai viral video bully kepada mahasiswa berkebutuhan khusus di salah satu kampus, kini kejadian serupa terjadi di kalangan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Video bullying kepada siswa SMP tersebut diunggah oleh akun Lambeturah di Instagram. Dalam video itu, tampak sejumlah siswa SMP sedang mengelilingi satu siswi dengan seragam putih. Akun Lambeturah menulis bahwa kejadian tersebut terjadi di sekitaran Thamrin City. Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait kejadian bully tersebut. Video itu mendapat lebih dari 39 ribu komentar.