Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 11:00 WIB
  • Soal Pak Ogah Urai Macet, Polisi Konsultasi Instansi Terkait

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Foe Peace Simbolon
Soal Pak Ogah Urai Macet, Polisi Konsultasi Instansi Terkait
Photo :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
Pak Ogah atau polisi cepek yang berada di sejumlah ruas jalan Jakarta.

VIVA.co.id – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, wacana pemberdayaaan 'Pak Ogah' untuk membantu polisi mengatur lalu lintas masih terus dikaji.

"Soal Pak Ogah ini, rencana akan diberdayakan tapi artinya diberdayakan untuk membantu. Tentu ini masih dikaji," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa, 8 Agustus 2017.

Kepolisian, menurut dia, hingga kini masih melakukan konsultasi dengan instansi terkait. Pendataan juga masih dilakukan terkait berapa jumlah mereka yang akan diberdayakan untuk membantu. 

"Tentu ini kan belum selesai ya, masih kami sesuaikan lagi secara pasti berapa jumlahnya. Karena ini masih panjang ya. Perlu koordinasi dengan jajaran terkait," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra mengatakan, kepolisian akan menggandeng 'Pak Ogah' untuk membantu tugas polisi mengurai kemacetan di jalanan Ibu kota.

Mereka disebut sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas atau supertas."Menggunakan Supertas, sukarelawan pengatur lalu lintas, itu program yang akan dibicarakan, dipresentasi," ujar Halim di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 21 Juli 2017.

Rencananya mereka akan ditempatkan di sejumlah titik rawan macet di Jakarta. Personel supertas juga akan difasilitasi dengan perlengkapan seperti seragam dan perlengkapan lain. Pihaknya pun akan membicarakan perihal upah atau gaji mereka.