Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 05:30 WIB
  • Sosok di Belakang Layar Pengungkapan Sabu 1 Ton

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Foe Peace Simbolon
Sosok di Belakang Layar Pengungkapan Sabu 1 Ton
Photo :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis (kiri)

VIVA.co.id – Pengungkapan kasus penyelundupan sabu sebanyak satu ton di kawasan Anyer, Serang, Banten, belum lama ini membesut perhatian publik. Meski pengungkapan itu terjadi beberapa waktu lalu namun ada cerita yang baru terungkap dari keberhasilan tersebut.

Kisah itu datang dari Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis. Ternyata, sosok pria yang belum lama memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Polda Metro Jaya itu ikut berperan dalam menggagalkan penyelundupan sabu tersebut.

Dia menjadi Ketua Satgas Merah Putih Polri yang ditugaskan untuk mengungkap kejahatan kelas berat. "Proses penangkapan ini saya tahu persis karena saya selaku Kasatgas Merah Putih, saya dilaporkan sama Pak Herimen (Komisaris Besar Herry Heryawan) saat itu," ujar Idham, di Polda Metro Jaya, Selasa, 8 Agustus 2017.

Ia mengaku enggan tampil di depan publik lantaran ingin fokus bekerja. Menurutnya, penangkapan ini merupakan kerja sama dengan seluruh pihak, bukan saja kepolisian, melainkan juga beberapa pihak, seperti Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
 
"Pak Nico (Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta) waktu itu ajak saya ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) tapi saya bilang 'saya pemain belakang saja'. Tapi saya tahu persis proses dari penangkapan ini," katanya.

Upaya penyelundupan sabu satu ton di Pantai Anyer, Serang, Banten, digagalkan, Kamis, 13 Juli 2017. Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap empat orang pelaku, yakni  Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, Hsu Yung Li dan Lin Ming Hui.

Adapun Lin tewas tertembak lantaran melawan saat ditangkap. Selang beberapa hari, tim dibantu Polda Kepri dan Bea-Cukai Batam berhasil menangkap kapal Wanderlust, beserta lima orang lainnya yang mengirimkan barang haram tersebut ke Indonesia. (ase)