Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 12:24 WIB
  • 'Pedih Hati Saya, Anak Meninggal Dunia karena Dibakar'

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Dani (Bekasi)
'Pedih Hati Saya, Anak Meninggal Dunia karena Dibakar'
Photo :
  • VIVA.co.id/Dani
Asmawi, ayah Muhamad Al Zahra alias Joya, saat menyaksikan polisi membongkar makam anaknya untuk mengautopsi jasad Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 9 Agustus 2017.

VIVA.co.id - Asmawi, (56), ayah Muhamad Al Zahra alias Joya, belum menerima kematian anaknya yang dikeroyok dan dibakar massa. Dia tak henti menangis ketika menyaksikan makam anak pertamanya itu dibongkar untuk kepentingan autopsi oleh polisi.

"Saya tidak pernah mendidik anak sebagai pencuri. Saya yakin anak saya bukan pencurinya," kata Asmawi saat menyaksikan pembongkaran makam anaknya di Tempat Pemakaman Umum Kedondong, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 9 Agustus 2017.

Asmawi yang duduk sambil bersila di depan makam Zahra tak melepas sapu tangannya. Sesekali wajahnya selalu diusap karena air mata terus menggenang di kelopak matanya. "Ini negara hukum, kenapa anak saya dipukul dan dibakar mati. Dasarnya apa," katanya, menggugat.

Dengan nada meledak-ledak, Asmawi tak mampu menahan emosinya. Dia menegaskan tidak rela anaknya dibakar massa sampai meninggal dunia. "Saya selalu mengajarkan kebaikan kepada anak saya. Pedih hati saya, anak meninggal dunia karena dibakar," katanya.

Makam Muhammad Al Zahra dibongkar oleh tim forensik polisi pada Rabu, 9 Agustus 2017. Pembongkaran makam di Kampung Buni Asih, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, itu untuk mengautopsi jazad Zahra.

Zubaedah, istri mendiang Zahra, tak hadir dalam proses autopsi meski mengizinkan polisi membongkar makam suaminya. Dia mengaku belum menerima kenyataan suaminya meninggal dunia dengan cara yang tragis.

"Sang istri tidak bisa hadir karena masih syok," kata Abdul Chalim, pengacara Zubaedah, saat ditemui di lokasi autopsi di Tempat Pemakaman Umum Kedondong.

Zahra alias Zoya, 30 tahun, adalah warga Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Dia tewas setelah dikeroyok dan dibakar massa karena dituduh mencuri amplifier Musala Al Hidayah di Kecamatan Babelan, yang berjarak 34 kilometer dari rumahnya, pada 1 Agustus 2017.

Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka pelaku pengeroyokan dan pembakaran Zahra. Aparat masih memburu lima orang lain yang diduga kuat terlibat dalam aksi brutal itu. (mus)