Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 17:46 WIB
  • Ramai di Medsos, Sopir Taksi Ribut dengan Relawan Trotoar

  • Oleh
    • Lis Yuliawati
Ramai di Medsos, Sopir Taksi Ribut dengan Relawan Trotoar
Photo :
  • Repro Facebook
Taksi parkir di trotoar Jalan Wahid Hasyim, Jakarta

VIVA.co.id – Koalisi Pejalan Kaki menemukan pelanggaran oleh pengendara kendaraan yang menggunakan trotoar diduga untuk parkir, dalam pelaksanaan Bulan Tertib Trotoar, Rabu, 9 Agustus 2017. 

Temuan Koalisi itu didapat ketika melintasi trotoar di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Koalisi Pejalan Kaki menggunggah tulisan dan video dugaan pelanggaran itu dalam akun Facebooknya

Sempat terjadi perdebatan antara admin yang menggunggah tulisan dan video itu dengan seorang pengemudi taksi yang diduga memarkir kendaraannya di sana. Dalam tulisan berjudul "Menyusuri Trotoar di Bulan Tertib TROTOAR", admin menulis tentang kondisi trotoar di Jalan Wahid Hasyim yang kerap dilintasi para pengendara sepeda motor, pedagang kaki lima hingga dijadikan parkir motor dan mobil.

Saat admin berjalan kaki dari  Stasiun Gondangdia menuju Sarinah, tepatnya di trotoar depan Oria Hotel, admin menemukan taksi parkir di  trotoar. Namun ketika pengemudi taksi itu ditegur malah merasa benar dan sempat bersitegang dengan admin. 

Sementara dalam video yang diunggah Koalisi Pejalan Kaki terkait dengan temuan itu, sang pengemudi taksi yang diperkirakan dari Blue Bird bersikeras bahwa dia tidak parkir, melainkan hanya berhenti sebentar untuk membeli rokok.

Dalam waktu dua jam, unggahan ini disukai 153 netizen dan 318 kali dibagikan.

Sementara itu, Humas Blue Bird Teguh Wijayanto membenarkan, pria yang ada dalam video itu adalah sopir perusahaannya. Pihaknya menyesalkan kejadian itu. "Ini menjadi perhatian khusus buat kami. Selama ini kami sudah melakukan pembinaan berlalu lintas yang baik, dengan melakukan training," ujar Teguh saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu, 9 Agustus 2017.

Dengan kejadian ini, menurut Teguh, pihaknya akan lebih mengintensifkan lagi pembinaan untuk pengemudi agar lebih sadar dan tertib berlalu lintas. "Kami terbuka terhadap imbauan, kritik dari masyarakat," ujarnya.

Soal kemungkinan sanksi terhadap pengemudi itu, Teguh mengatakan, pihaknya tidak bisa langsung memberikan sanksi melainkan mesti ada proses lebih dulu, di antaranya pengemudi dipanggil lebih dulu. 

Saat ini, pihaknya tengah melakukan proses pemanggilan. "Kalau bersalah baru dilanjutkan. Sanksi ada tingkatannya dari peringatan pertama sampai skorsing," kata Teguh.

Untuk melihat video tersebut klik tautan ini.