Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 20:08 WIB
  • Pria Dibakar Hidup-hidup di Bekasi, Diduga Keras Mencuri

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono
Pria Dibakar Hidup-hidup di Bekasi, Diduga Keras Mencuri
Photo :
  • VIVA.co.id/Dani
Makam Muhammad Al Zahra, pria yang dikeroyok dan dibakar gara-gara dituduh mencuri amplifier masjid, dibongkar oleh tim forensik polisi pada Rabu, 9 Agustus 2017.

VIVA.co.id – Kepolisian tidak menemukan unsur perencanaan pengeroyokan pada kasus pembakaran hidup-hidup pria bernama M. Alzhara, alias Joya di Pasar Muara, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akibat dituduh mencuri amplifier milik Musala Al-Hidayah.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap lima orang pelaku yang ditangkap, terungkap peristiwa itu terjadi, karena massa di lokasi secara spontan bereaksi ketika ada seseorang diteriaki maling.

"Di sini, kemudian berlaku perilaku kolektif, di mana masyarakat tergerak merespons suatu peristiwa dengan spontan. Tidak sistematis, tidak terstruktur, artinya spontan," kata Kepala Polres Metro Bekasi Kabupaten, Kombes Pol Asep Adi Saputra di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 9 Agustus 2017.

Asep menuturkan, tidak semua orang yang berada di lokasi kejadian yang terlibat, atau ikut dalam amuk masa, ada banyak yang cuma datang berkerumun untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di lokasi.

Bahkan, tak semua warga setempat yang terpancing emosi, cukup banyak warga yang melarang pelaku untuk menganiaya korban hingga tewas.

"Khususnya, saudara SA yang membeli bensin, menyiram, dan membakar korban itu, karena terbakar emosi saat itu, sehingga dia lupa akhirnya berbuat sangat kejam terhadap MA," katanya.

Namun, kata Asep, kasus yang melibatkan Joya memang terbagi dua. Yakni, kasus pengeroyokan yang menimpanya, juga kasus dugaan pencurian yang dilakukannya. Untuk kasus dugaan pencurian yang dilakukan Joya, bahkan polisi sudah sempat memeriksa 17 saksi.

Berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan yang telah dilakukan selama beberapa hari, serta pendalaman bukti-bukti yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dapat ditarik kesimpulan, Joya terduga keras melakukan aksi pencurian amplifier Musala Al-Hidayah, seperti yang dituduhkan.

"Ini kita ambil kesimpulan, setelah kami mendalami seluruh saksi yang ada, bahkan saksi kunci bahwa saudara Rojali sebagai marbot dari Musala Al-Hidayah itu berkali-kali menegaskan, dia yang menangkap tangan terduga pelaku, saudara MA. Ketika MA membawa amplifier tersebut dan itu ditemukan setelah dikejar kurang lebih tiga sampai empat kilometer dari TKP Musala," kata Asep.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria berinisial MA dikeroyok dan dibakar hidup-hidup oleh warga, Selasa 1 Agustus 2017, sekitar pukul 16.30 WIB. MA dibakar hidup-hidup, karena dituduh sebagai pelaku pencurian amplifier milik musala Al-Hidayah. (asp)