Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 13:49 WIB
  • Cukup Mitra Keluarga, RS Lain Jangan Persulit Pasien Miskin

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Eduward Ambarita
Cukup Mitra Keluarga, RS Lain Jangan Persulit Pasien Miskin
Photo :
  • Google Street View
Rumah Sakit Mitra Keluarga di Kalideres, Jakarta.

VIVA.co.id – Gubenur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mengawasi semua rumah sakit di Jakarta, terutama rumah sakit swasta, yang masih mengutamakan uang dari pada menyelamatkan nyawa orang lain, seperti dalam kasus kematian bayi bernama Tiara Debora Simanjorang, yang ditolak Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Menurut Djarot, kasus serupa kematian bayi Debora tak boleh lagi terulang. Karena itu, semua rumah sakit diperintahkan untuk tidak mempermasalahkan uang ketika ada pasien miskin yang datang untuk berobat. Apalagi dalam kondisi darurat.

"Tidak boleh rumah sakit melakukan pemeriksaan yang mengada-ada. Sehingga membebani pasien," kata Djarot, Selasa, 12 September 2017.

Djarot mengatakan, tak hanya sering mempersulit pasien dengan alasan uang, masih banyak juga rumah sakit yang menerapkan sistem pelayanan kesehatan yang dirasa janggal.

Seperti saat seorang pasien melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dengan cara pemotretan alias rontgen.

Djarot menuturkan, hasil rontgen yang dikeluarkan rumah sakit tertentu sering tak dipakai sebagai rekomendasi bagi rumah sakit lain. Dan, lagi-lagi pasien mau tidak mau hasil melakukan rontgen ulang, meski hasilnya akan sama dengan sebelumnya.

Padahal kata Djarot, seharusnya setiap dokter atau rumah sakit sudah pasti mempunyai standar sama dalam melakukan tindakan medis serupa. 

"Atau saya dari satu dokter saya disuruh untuk difoto, dirontgen, ke ke dokter lain juga disuruh rontgen lagi, di rumah sakit yang sama. Berarti ini ada motifnya sudah berbeda. Hal seperti ini sebetulnya jadi kode etik rumah sakit dan kode etik dokter," kata dia. 

Seperti diketahui, Tiara Debora meninggal pada Minggu, 3 September 2017. Debora meninggal dunia
akibat terlambat mendapat pertolongan medis di RS Mitra Keluarga Kalideres.

Debora terlambat ditangani tim media karena ternyata pihak RS Mitra Keluarga meminta keluarga
pasien untuk menyiapkan biasa pengobatan terlebih dahulu. Sementara itu, pihak rumah sakit mengaku telah memberikan penanganan yang dibutuhkan Debora.

Baca: Bayi Debora Meninggal, RS Mitra Keluarga Langgar UU Kesehatan