Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 19:10 WIB
  • Tolak Pledoi, JPU Tuntut Ridho Rhoma Dua Tahun Penjara

  • Oleh
    • Rochimawati,
    • Mohammad Yudha Prasetya
Tolak Pledoi, JPU Tuntut Ridho Rhoma Dua Tahun Penjara
Photo :
  • VIVA.co.id/ Muhammad Yudha Prasetya
Penyanyi Ridho Rhoma jalani sidang kasus narkoba, Selasa, 22 Agustus 2017.

VIVA.co.id – Sidang lanjutan kasus penyalahgunaan narkotika yang menjerat pedangdut Ridho Rhoma, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa 12 September 2017.

Dalam sidang yang beragendakan jawaban dari pihak Jaksa Penuntut Umum atas pledoi Ridho Rhoma pekan lalu, pihak JPU masih berkeras untuk menuntut hukuman dua tahun penjara bagi putra raja dangdut Rhoma Irama tersebut.

Menanggapinya, kuasa hukum Ridho, Ismail Ramli menjelaskan, apa yang diutarakan pihak JPU itu merupakan hal yang wajar, mengingat kewenangan mereka untuk menuntut terdakwa seberat-beratnya, sementara kuasa hukum justru akan meminta hukuman seringan-ringannya.

"Dalam arti di sini, seringan-ringannya adalah yang hasilnya juga berpengaruh positif untuk Ridho. Karena kalau rehabilitasi kan dari hasil fakta-fakta persidangan, itu jauh lebih baik dibanding dia harus ditahan," kata Ismail.

Ia menegaskan, kliennya itu sudah murni terbukti sebagai korban penyalahgunaan narkotik, dan sama sekali tidak terindikasi sebagai bandar atau bagian dari jaringan narkoba.

Oleh karenanya, dia menilai jika tuntutan dua tahun penjara dari pihak JPU itu berlebihan, jika harus dikenakan kepada para korban narkoba seperti Ridho.

"Tuntutan dua tahun penjara itu menurut kami dari penasihat hukum, itu berlebihan. JPU mengabaikan pendapat para saksi ahli. Makanya kami minta kepada majelis hakim supaya bisa mencermati atau menerima masukan-masukan para saksi ahli bahwa memang dari BNN arahnya ke rehabilitasi," tutur Ismail.