Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 21:23 WIB
  • Pasien BPJS Masih Sulit Dapatkan Layanan Baik Rumah Sakit

  • Oleh
    • Dusep Malik
Pasien BPJS Masih Sulit Dapatkan Layanan Baik Rumah Sakit
Photo :
  • ANTARA FOTO/Agus Bebeng
Seorang petugas perlihatkan contoh kartu BPJS Kesehatan

VIVA.co.id – Kasus ditelantarkannya pasien dan buruknya pelayanan rumah sakit ternyata tidak hanya dirasakan bayi Debora. Sebab, kasus buruknya pelayanan rumah sakit karena pasien menggunakan BPJS Kesehatan juga dirasakan sejumlah masyarakat.

Seperti halnya pasangan Heri dan Heni Wahyuni asal Bekasi yang harus merelakan bayi yang dikandung istri tercintanya meninggal dunia akibat keterlambatan penanganan medis.

Heri menuturkan, saat itu memang kondisi istrinya dalam kondisi lemah dan telah ke luar masuk rumah sakit sejak awal kehamilan. Saat itu,istrinya masuk rumah sakit THB di Bekasi dengan tidak menggunakan BPJS.

Hal itu, menurutnya lantaran buruknya pelayanan BPJS yang selama ini mereka terima. Namun, karena di umur kehamilan tujuh bulan istrinya harus dilakukan tindakan sesar di RS tersebut, maka akhirnya ia kembali keluarkan BPJS.

"Saat masuk RS THB kami pakai pribadi, tapi saat melakukan tindakan sesar kami pakai BPJS karena biaya tidak mampu, harus mengeluarkan Rp25 juta. Namun, kemudian RS bilang butuh Ruang PICU sama ICU di RS lain karena penuh," jelas Heri dalam ILC tvOne, Selasa 13 September 2017.

Ia mengungkapkan, setelah permintaan RS tersebut dia kemudian mencari ruang PICU dan ICU yang bisa menerima BPJS di tujuh RS lain di Bekasi. Namun nihil dan ia kembali ke RS THB untuk membawa istrinya pulang.

Dan pada akhirnya, lanjut Heri, pagi harinya ia membawa istrinya ke RS Koja, Jakarta Utara. Dan langsung ditangani medis di RS Koja.

Namun, sayang pertolongan medis yang dilakukan di RS Koja tak banyak membantu. Sebab, bayi yang dikandung istrinya akhirnya meninggal setelah lahir karena telat penanganan medis sebelumnya.

"Alhamdulillah akhirnya ditangani di RS Koja, tapi bayi saya tidak selamat karena keterlambatan medis," ujarnya.