Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 14 September 2017 | 17:00 WIB
  • Jasad Bos Alton Kids Sempat Mau Ditaruh di Depan Rumah

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Foe Peace Simbolon
Jasad Bos Alton Kids Sempat Mau Ditaruh di Depan Rumah
Photo :
  • Foe Peace - VIVA.co.id
Karangan bunga duka cita di rumah Husni dan Zakiyah di Bendungan Hilir.

VIVA.co.id – Selain dibunuh secara sadis, ternyata jasad bos garmen Alton Kids, Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur  juga sempat akan dikirim pelaku pembunuhan ke kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah.

Bahkan, untuk membalas sakit hatinya kepada korban, otak pembunuhan itu, yang bernama Ahmad Zulkifli berencana menaruh kedua jasad di depan rumah milik korban yang ada di wilayah itu.

Tapi menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, rencana itu dibatalkan Zulkifli tanpa memberi alasan yang jelas kepada dua pelaku lainnya, EK dan SU.

"Ya awalnya kan korban ini dimasukkan ke bagasi mobil Altis itu dan rencananya diletakkan di depan rumah korban di Pekalongan. Kebetulan korban mempunyai rumah di Pekalongan. Tapi ternyata di jalan berubah haluan," kata Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 14 September 2017.

Zulkifli dan dua pembunuh lainnya akhirnya memutuskan membuang jasad Husni dan Zakiyah di aliran Kali Klawing di Kabupaten Purbalingga.

"Tersangka ini, Si Zul ini asli Purbalingga ya. Dan akhirnya memutuskan dibuang ke Purbalingga," kata Argo.

Jasad pasangan suami istri itu dibungkus dengan bad cover usai dibunuh di dalam rumahnya di Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu, 10 September 2017.

Zul merupakan sopir pribadi Husni, dia merencanakan pembunuhan karena sakit hati telah dipecat dari pekerjaannya itu, padahal dia sudah bekerja selama puluhan tahun. Sedangkan EK dan SU merupakan dua karyawan di pabrik busanan milik Husni di Pekalongan.

EK dan SU ikut membunuh dan menjarah harta korban karena juga sakit hati atas keputusan PHK tanpa pesangon yang diberlakukan korban ke mereka.

Ketiga ditangkap polisi di sebuah hotel di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kemarin Rabu, 13 September 2017. Tapi, Ahmad Zulkifli tewas karena berusaha melarikan diri saat dibawa polisi menunjukkan lokasi penjualan harta korban di Kabupaten Kudus.