Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 10:54 WIB
  • Penadah Emas dan Berlian Bos Alton Kids Diburu Polisi

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Foe Peace Simbolon
Penadah Emas dan Berlian Bos Alton Kids Diburu Polisi
Photo :
  • Istimewa
Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur semasa hidup.

VIVA.co.id – Tiga pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami istri bos garmen Alton Kids, Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur, telah diringkus dalam pelarian ke sejumlah kota di Jawa Tengah. Bahkan, Ahmad Zulkifli, otak kejahatan ini tewas karena sempat kabur.

Namun, kepolisian belum menghentikan penyelidikan kasus ini hanya sampai kepada tiga pelaku saja, polisi masih memburu pelaku lainnya.

Pelaku lainnya itu ialah orang yang menjadi penampung alias penadah perhiasan emas dan berlian milik korban, yang dijual pelaku usai membuang jasad kedua korban di aliran Kali Klawing, Purbalingga.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, diduga kuat penadah emas dan berlian itu berada di wilayah Kabupaten Kudus. 

"Iya itu penjualannya menggunakan broker di Grobogan kemudian penadahnya ada di Kudus. Belum kita temukan, masih kita cari," kata Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 15 September 2017.

Argo mengatakan, meski hanya berperan sebagai penadah, tapi orang itu bisa dijerat dengan hukum pidana."Kalau emas kan sudah (dijual) jadi bisa ya (terlibat)," katanya.

Dalam penyelidikan kasus ini, dua pelaku yang ditangkap hidup-hidup, EK dan SU, mengaku mendapatkan harta benda itu dari dalam brankas milik korban yang dibawa kabur dari rumah korban di Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Brankas itu lalu dibawa ke Semarang dan dibongkar di sebuah bengkel las dengan upah bongkar Rp20 ribu. Setelah itu ketiga pelaku membawa perhiasan itu ke Kabupaten Grobogan dan menjual ke seorang calo asal Kudus.

Ahmad Zulkifli, EK dan SU diringkus pada Rabu, 13 September 2017 di sebuah hotel di Grobogan. Saat ditangkap, mereka mengakui telah menghabisi nyawa Husni dan Zakiyah pada Minggu, 10 September 2017 dan membuang jasadnya ke Purbalingga.

Motif pembunuhan disertai perampokan ini ada dua, yakni dendam dan keinginan menguasai harta korban. Mereka merupakan mantan karyawan korban, Zulkifli adalah sopir pribadi Husni yang baru dipecat sebulan lalu.

Sementara EK dan SU merupakan pegawai Husni yang pernah bekerja di pabrik garmen milik korban. Keduanya lalu diberhentikan alias PHK tanpa diberi pesangon.

Baca:Otak Pembunuhan Bos Alton Kids Mantan Preman Tanah Abang