Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 16 September 2017 | 11:09 WIB
  • Pendaftar Rusunawa Masih Terbengkalai, Ini Kata Djarot

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Eduward Ambarita
Pendaftar Rusunawa Masih Terbengkalai, Ini Kata Djarot
Photo :
  • Anwar Sadat/ VIVA.co.id
Warga Kalijodo di Rusunawa Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta kesabaran masyarakat yang belum mendapat rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) meski telah lama mendaftar.

Menurut Djarot, ada sekitar 12 ribu pendaftar sejak tahun 2013 yang mendaftar untuk menempati rusunawa. Namun dari jumlah itu belum semuanya dapat menempati, jumlahnya mencapai ribuan.

Djarot beralasan, saat ini pemerintah lebih memprioritaskan warga yang terkena dampak relokasi dulu dibanding masyarakat yang berpenghasilan rendah atau umum.

"Tahun ini Pemerintah Provinsi bangun selesai 8.900 unit. Untuk siapa, pertama terdapat karena program tanggul laut NCCID dan normalisasi sungai. Yang lainnya untuk warga umum," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta.

Djarot menyatakan, proses pembangunan rusun sendiri akan memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian untuk hidup lebih layak. Lebih jauh, ia menjelaskan, pemerintah daerah belum bisa memberikan janji membangun rumah tapak.

Dengan menyindir program Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Anies Baswedan - Sandiaga Uno tentang pembiayaan uang muka nol persen, Djarot menyebut hunian vertikal lebih tepat jika diberlakukan di Jakarta.

"Sabar kita lagi bangun. Karena Kami tidak bisa membangun rumah tapak dengan bunga 0 persen. Tidak bisa, Di Jakarta itu rumah susun," kata dia.

Di sisi lain, Djarot pun mengungkapkan alasan tidak membangun rumah susun milik (Rusunami) seperti yang pernah dilakukan pemerintah pusat.

Kebanyakan kasus yang didapati, banyak hunian bersubsidi itu dibeli oleh masyarakat kelas menengah - atas dan kemudian dikontrakkan kepada yang mampu membayar.

"Karena di masa lalu Rusunami itu diborong sama yang kaya dan dikontrakin. Sedangkan yang tidak mampu tidak bisa tinggal di situ," katanya.