Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 6 Oktober 2017 | 16:14 WIB
  • Besok Ada Aksi Buruh, Polda Terjunkan Ribuan Personel

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Foe Peace Simbolon
Besok Ada Aksi Buruh, Polda Terjunkan Ribuan Personel
Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi demo buruh

VIVA.co.id – Polda Metro Jaya mengaku sudah menerima surat pemberitahuan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), terkait aksi memperingati hari Layak Kerja se-Dunia di Jakarta, Sabtu, 7 Oktober 2017.

Rencananya, IRTI Monumen Nasional (Monas) akan menjadi titik kumpul aksi. Para peserta aksi lantas akan menuju kawasan Taman Pandang di dekat Istana Negara. 

Aksi itu dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sejumlah 3.000 peserta diperkirakan akan ikut aksi itu. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Banten, Karawang, Bogor, dan Bekasi.

"Kami amankan, kurang lebih 8.500 personel Polri dan dibantu TNI 700-an lebih yang akan kami turunkan, dari 3.000 massa yang akan unjuk rasa," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 6 Oktober 2017.

Dalam aksi itu, lanjut Argo, polisi akan memberikan akses bagi perwakilan massa untuk bertemu dengan perwakilan pejabat yang ditunjuk. "Mudah-mudahan dengan kegiatan manajemen massa yang kami terapkan untuk pengamanan besok. Insya Allah berjalan dengan aman," ujarnya.

Bukan hanya menyiapkan pola pengamanan, polisi pun telah menyiapkan rencana pengalihan arus yang bersifat situasional. "Dari Dirlantas akan melihat apakah nanti buka tutup, apakah nanti ada contra flow, ataukah nanti kami alihkan ya, ada semua nanti. Sudah ada beberapa planning," ujarnya. 

Dia meminta agar peserta aksi bisa menyampaikan pendapat dengan tertib, aman dan damai. "Jangan berbuat anarki, kemudian jangan membawa barang-barang dilarang oleh undang-undang, seperti senjata keras dan senjata tajam," katanya.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana mengerahkan 3.000 hingga 5.000 buruh untuk turun ke jalan utama Jakarta, pada 7 Oktober 2017. 

Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan, buruh akan menyuarakan tuntutan yang dinamai Jamkestum atau Jaminan Kesehatan dan Tolak Upah Murah. "Serikat buruh di luar KSPI juga akan bergabung," ujar Said, Kamis, 5 Oktober 2017. (ase)