Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 6 Oktober 2017 | 19:04 WIB
  • Modal Baru Polisi Ungkap Kematian Bayi di RS Mitra Keluarga

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Foe Peace Simbolon
Modal Baru Polisi Ungkap Kematian Bayi di RS Mitra Keluarga
Photo :
  • Google Maps
Jalan masuk ke RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat.

VIVA.co.id – Kepolisian telah memiliki sejumlah data baru untuk mengungkap misteri kematian bayi Tiara Debora Simajorang dan menemukan bukti kesalahan Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat, dalam kasus ini.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan, data untuk mengungkap kasus ini berupa hasil audit dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

Adi mengatakan, ada dua hasil audit yang diterima penyidik Polda Metro Jaya. Yang pertama audit terkait manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kalideres. Yang kedua terkait rangkaian tindakan tenaga medis yang dilakukan dokter saat menangani keadaan darurat.

"Begini, kami baru dapat informasi dari penyidik, ada dua hasil audit. Kedua hasil ini akan kita analisa, pastinya hasil audit ketenagamedisan, kan banyak pakai istilah kedokteran, penyidik juga harus bertanya apa saja istilah kedokteran tersebut. Misalnya, dia menggunakan istilah-istilah kedokteran dalam kaidah Bahasa Indonesia apa saja tindakannya," kata Adi di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 6 Oktober 2017.

Dengan modal kedua hasil audit ini, penyidik akan melakukan pembandingan dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, untuk menemukan bukti-bukti  kesalahan yang dilakukan RS Mitra Keluarga, Kalideres, saat menangani bayi Debora.

"Kemarin kita baru dapat hasil audit dari Kemenkes, karena Kemenkes telah melakukan audit terhadap manajemen dan tenaga kemedisan, hasil audit ini sekarang sedang kami dalami, nanti kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang melakukan audit atau ahli yang melakukan audit," katanya.

FOTO: Henny Silalahi, Ibunda bayi Debora 

Seperti diketahui, Debora meninggal pada Minggu, 3 September 2017. Dia meninggal dunia setelah terlambat mendapat pertolongan medis di RS Mitra Keluarga Kalideres.

Debora terlambat ditangani tim media karena ternyata pihak RS Mitra Keluarga meminta keluarga pasien untuk menyiapkan biaya pengobatan terlebih dahulu. 

RS Mitra Keluarga, Kalideres, meminta keluarga menyiapkan uang Rp19,8 juta agar bayi Debora bisa mendapat perawatan di ruang khusus Pediatric Intensive Care Unit atau PICU. Biayanya mencapai Rp19,8 juta, sementara orangtua Debora hanya punya Rp5 juta.

Saat sedang mencari rumah sakit rujukan, tiba-tiba kondisi Debora melemah. Bayi tersebut akhirnya meninggal dan dimakamkan di TPU Tegal Alur.

Bayi Debora bukan berasal dari keluarga berkecukupan secara materi, untuk mendapatkan perawatan darurat di RS Mitra Keluarga, orang tuanya hanya mengandalkan kartu BPJS. Sayangnya, RS Mitra Keluarga menolak pengajuan BPJS itu dengan alasan RS Mitra Keluarga bukan anggota BPJS.

Baca: Terungkap Kebohongan RS Mitra Keluarga Soal BPJS Bayi Debora

Kasus Bayi Debora, Mitra Keluarga Siap Hadapi Penyidikan