Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 7 Oktober 2017 | 10:33 WIB
  • Djarot Jalankan Tugas Gubernur Hari Ini dengan Bersepeda

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Bayu Nugraha
Djarot Jalankan Tugas Gubernur Hari Ini dengan Bersepeda
Photo :
  • VIVA.co.id/Bayu Nugraha
Gubernur Djarot dan istri bersepeda.

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saeful Hidayat menjalankan agenda sebagai gubernur pada hari ini, Sabtu 7 Oktober 2017 dengan bersepeda.

Dua agenda Djarot pada pagi hari yakni menebarkan bibit ikan di Taman Situ Lembang dan meresmikan jalan tembusan di KH Hasyim Ashari.

Berangkat dari rumah dinas di Menteng, Jakarta Pusat pada pukul 07.22 WIB, Djarot yang memakai baju merah ditemani sang istri, Happy Farida Djarot yang memakai baju berwarna merah muda, langsung menuju lokasi pertama, yakni Taman Situ Lembang.

Djarot dan istri bersepeda dengan ditemani oleh komunitas sepeda Batavia Bicycle Club (BBC) Monas Jakarta.

Di Taman Situ Lembang, Djarot menebarkan 40 ribu bibit ikan nila dan 10 ribu bibit ikan lele. Bahkan, ia pun turut menyumbang sepasang ikan koi peliharaannya yang berasal dari Blitar.

Djarot mengatakan, dia sempat bertanya mengenai potensi Situ Lembang kepada Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede. Ia menanyakan, kapan terakhir Situ Lembang dibersihkan.

"Pak Wali gak bisa jawab, katanya sejak kecil. Saya bilang cepat dikeruk, kita punya pasukan biru, alat berat dan berdayakan masyarakat. Saya bilang jangan dikuras, dibersihkan saja lumpurnya," kata Djarot dalam sambutannya di Taman Situ Lembang, Sabtu 7 Oktober 2017.

Menurutnya, Situ Lembang merupakan sumber air yang besar dan jarang dimiliki oleh kota-kota besar. Ia berpesan kepada masyarakat untuk memaksimalkan dan melestarikan Situ Lembang.

"Ini taman kita, milik kita semua. Kita harus jaga dan manfaatkan," ujarnya.

Sementara itu, Mangara mengatakan, usai pemeriksaan terhadap kondisi air di Situ Lembang, pihaknya menemukan sejumlah zat kimia yang tidak layak untuk ikan. Kondisi inilah yang membuat banyak ikan mati beberapa waktu lalu.

Selain itu, sedimentasi dari lumpur yang ada di bawah juga sangat tebal, bahkan mencapai lebih dari delapan ribu kubik saat proses pengangkutan.

"Setelah lumpur dikeruk dan dilakukan uji laboratorium pada 27 September lalu, sudah dinyatakan aman dan layak untuk hidup ikan," kata Mangara.

Usai menebarkan bibit ikan, Djarot beserta rombongan langsung menuju lokasi kedua dalam agenda gubernur, yakni meresmikan jalan tembus yang berada di Jalan Suryopranoto-KH Hasyim Ashari di Jakarta Pusat.

Perjalanan dari Taman Situ Lembang ke peresmian jalan tembus yang diberi nama Jalan Sekolah ini menempuh jarak 5,4 kilometer.

Mengenai alasan dirinya menjalankan aktivitas dengan bersepeda, Djarot mengatakan, dirinya memang ingin hari ini melakukan hal tersebut.

"Hari ini naik sepeda, kemarin naik sepeda motor," ujarnya.