Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 7 Oktober 2017 | 11:35 WIB
  • Ikon Koi Ahok dan Djarot Jadi Penghuni Danau Situ Lembang

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Bayu Nugraha
Ikon Koi Ahok dan Djarot Jadi Penghuni Danau Situ Lembang
Photo :
  • VIVA.co.id/Bayu Nugraha
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

VIVA.co.id – Ikan Koi milik Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi penghuni baru Danau yang berada di Situ Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

"Saya suka ikan koi, saya pelihara koi. Tadinya saya mau kasih koi yang gede yang raksasa. Tapi katanya jangan dulu, dicoba dulu koi yang biasa," ujar Djarot di Taman Situ Lembang, Jakarta Pusat, Sabtu 7 Oktober 2017.

Jika ikan koi yang disumbangkan Djarot bisa berkembang dengan baik di danau itu, Djarot akan menyumbangkan induk ikan koi ke Taman Situ Lembang.

Djarot mengatakan, suka memelihara ikan koi dan sempat memberikan ikan koi untuk Basuki atau Ahok agar bisa dipelihara di rumah dinas gubernur di Jalan Taman Suropati. Djarot mengatakan, Ahok pun akhirnya ikut menyumbangkan ikan-ikan koi itu.

"Kata Pak Basuki, sumbangkan saja ke Taman Situ Lembang. Jadi ini ikan koi saya dan Pak Basuki dimasukkan ke sini supaya berkembang," ujar Djarot.

Djarot punya pesan khusus kepada masyarakat yang ingin memancing ikan di sana. Dia pun meminta tidak memancing menggunakan setrum.

"Enggak boleh memancing di sini menggunakan setrum. Warga sini juga kalau mancing pakai setrum langsung tangkap saja dan kita kasih terapi, kita setrum jadi namanya terapi setrum," ujar Djarot.

Djarot juga ingin para pemancing murni menggunakan cacing sebagai bahan umpan. Djarot tak ingin mereka menggunakan pelet agar air di danau tak tercemar.

"Pemancingnya itu pakai cacing. Kalau diserok, tangkap aja itu," ucap Djarot.

Selain peringatan ke pemancing, Djarot juga ingin danau di Taman Situ Lembang terus dijaga. Djarot ingin endapan di danau segera dikeruk agar terjaga kebersihannya.

"Tolong sedimennya diangkat supaya air jernih dan sumber air dijaga. Dengan begitu, kita akan efektifkan, gunakan maksimal ruang terbuka. Kalau hujan deras airnya makin baik. Saya minta RT/RW dan masyarakat, ini taman milik kita semua, kita harus jaga dan manfaatkan baik," kata Djarot.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengatakan, danau di Taman Situ Lembang sendiri memang baru saja direvitalisasi.

Dulu, ikan-ikan yang ada di danau itu mati karena air danau memiliki kandungan bakteri yang sangat banyak.

Akhirnya, lumpur-lumpur yang mengendap di danau itu pun diangkat. Setelah airnya bersih, ikan-ikan kembali dimasukan ke Taman Situ Lembang.

"Kita juga masukan 40 ribu ikan nila dan 10 ribu lele kita sebar. Kualitas air bagus, PH-nya juga sudah bagus dan tidak ada lagi e-coli dan sudah layak untuk ditebar ikan," ujar Mangara.